Tuna Rungu, Andika Mampu Berprestasi Dalam Seni Bela Diri Pencak Silat

Muhammad Andika bersama Wakil Bupati Garut dan istri.
Muhammad Andika bersama Wakil Bupati Garut dan istri.

Dejurnal.com, Garut – Memiliki kekurangan fisik tidak lantas menyebabkan seseorang menjadi tidak memiliki bakat dan kemampuan, apalagi kemampuan seni bela diri pencak silat yang memerlukan kesempurnaan fisik. Namun hal itu tidak berlaku bagi Muhammad Andika (10) yang memiliki kekurangan tak mampu mendengar dan juga bicara.

Sebagai anak tuna rungu, tak menyurutkan langkah Andika yang duduk di kelas 5 SLBN B Garut untuk mampu berprestasi dalam ajang seni bela diri pencak silat seperti anak anak lain yang normal, baik prestasi di kabupaten ataupun provinsi.

Ditemui di Sarana Olah Raga Ciateul Garut, Ardhia Pramesty selaku kakak yang mengantar Andika ikut ajang festival pasanggiri silat mengatakan bahwa dari 100 peserta, cuma 1 orang yang ikut berlaga di open ini, walaupun peserta lawannya normal semua secara fisik.

“Ini juga untuk memberi semanggat kepada rekan-rekannya yang kekuranggan fisik, bahwa walaupun kita ada kekuranggan tapi bisa bersaing dengan yg normal,” ungkapnya.

Ardhia Pramesty yang selalu mendampingi adiknya Andika berlatih menuturkan jika semangat adiknya sangat luar biasa, bahkan bisa dikatakan berbeda dengan anak-anak lain yang normal.

“Wajar jika adik saya ini banyak sekali meraih prestasinya dari medali emas, piala dan piagam penghargaan,” pungkasnya.

Andhika adalah putra dari pasangan Ade Sawali dan Tati S yang bertempat tinggal di Karangpawitan. Support dan dukungan orang tua kepada Andika yang memiliki kekurangan fisik menjadi motivasi bagi Andika.***Raesha