Warga Penerima BLT Sektor Perikanan Desa Cipeuyeum Keluhkan Adanya Potongan

dejurnal.com, Cianjur – Warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) di Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi mengeluhkan adanya pemotongan dana BLT KKP.

Adapun tujuan dari pembagian BLT dari KKP tersebut untuk membantu menyerap produksi ikan, serta olahan produk perikanan sekaligus menyalurkannya kepada Masyarakat untuk pemenuhan gizi.

Informasi yang diterima dejurnal.com, warga penerima BLT KKP mengaku pemotongan variatif, ada yang dipotong Rp 600.000, bahkan ada salah satu warga yang mengaku dipotong Rp 1.300.000 dan hanya menerima Rp 500.000 dari Rp 1.800.000 yang seharusnya diterima.

Salah satu penerima manfaat BLT KKP bernama MH mengatakan bahwa pendamping beralasan adanya pemotongan itu untuk dibagikan kembali kepada yang tidak kebagian dan penerima manfaat diminta untuk tidak memberitahukan hal itu kepada siapapun.

“Jangan banyak omong sama orang lain, kalau banyak omong saya ambil kembali,” kata MH kepada dejurnal.com menirukan ucapan pendamping yang melakukan pemotongan.

Hal serupa dialami oleh JG yang hanya menerima BLT KKP sebesar Rp 500.000 dari Rp 1.800.000 yang seharusnya diterima.

“Ya sudahlah, mungkin rezeki saya cuma segini,” cetusnya pasrah.

Sementara hal berbeda dialami GI bersama delapan rekan lainnya yang pernah mengikuti bimbingan teknis (bimtek).

“Dari awal saya mengikuti bimtek , dan dua kali menghadiri bimtek di gedung yang berbeda, anehnya dari sekian banyak orang yang hadir mengikuti bimbingan teknis tidak mendapatkan bantuan, malah dialihkan sama orang lain yang tak hadir di bimtek, yang notabene si penerima manfaat bukan pelaku olahan ikan, dia itu pedagang sayuran di pasar,” ungkap GI dengan nada kesal.

Terkait maraknya pemotongan BLT KKP, Kepala Desa Cipeuyeum Entis saat dikonfirmasi dejurnal.com melalui saluran telepon seluler angkat bicara, Senin (12/10/2020).

“Terkait ini semua, saya akan panggil Jali dan BPD karena kata Jali ini semua sudah di musyawarahkan dengan penerima manfaat untuk dibagikan kembali kepada yang tidak kebagian,” papar Entis.***Ry/Hers/Chand