Kecamatan Margahayu Penyumbang Covid-19 Terbanyak, Ini Kata M Ishaq

Dejurnal.com Bandung – Di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung per 5 Oktober 2020 terkonfirmasi 20 kasus positif aktif viris corona, sebagai kecamatan penyumbang positif virus corona terbanyak di Kabupaten Bandung yang mencapai 783 kasus. Dari jumlah itu kasus terkonfirmasi positif virus Corona, 596 pasien dinyatakan sembuh, 163 pasien dalam perawatan, dan 24 lainnya meninggal dunia.

Banyaknya kasus  positif  corona di Kecanatan Margahayu, menurut
Camat Margahayu,  Mochammad Ischaq kebanyakan cluster keluarga tertular dari orang serumah yang baru bepergian dari luar kota, dan ada juga yang tertular di tempat kerja di kota Bandung. Selain itu, ada juga yang tertular sepulang menghadiri acara hajatan pernikahan di Depok.

Sebagai upaya menekan angka penularan virus corona, 
M. Ischaq teus melakukan sosialisasi standar protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona kepadan masyarakat  tentang 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) baik secara langsung, maupun melalui sosmed terus digalakkan.

Camat menghimabau kepada masarakat, jika ada pasien yang telah dinyatakan negarti, jangan ditakuti dan dihidar, sebarkan  berita yang baik, cerita orang-orang yangg sembuh, kampanye hidup sehat jangan berdih dan dorong agar lebih hidup sehat, menyebarkan info yang terbukti fakta dan dari sumber yang dapat dipercaya.

Bagi anggota keluarga atau yang pernah kontak demgan pasien positif corona, camat meminta agar diswab, korsinasikan dengan gugus tugas, karena swabmya gratis.

M Ischaq mengatakan, langkah yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesedaran masyrakat terhadap protokol kesehatan yakni menggelar Oprasi Yustisia yang dilangsungkan dari tanggal (15/9) pihak gugus tugas Kecamatan Margahayu dengan melibatkan pengawas Covid-19 dalam hal ini Polsek dan Koramil Marhahayu. “Terutama kaitan penggunaan masker. Yustisia tersebut dilqksqnakan di titik-titik sentral masuk dan keluar masyarakat Margahayu, underpas Kopo Bihbul, Sukamenak, TKI depan Koramil, Mangkid di titik pertemuan masyarakat perbtasan desa,”‘ beber M Ischaq.

Selama tiga minggu operasi ada perubahan. Kebanyakan yang melanggar tidak pake masker. Pihak kecamatan menyediakan masker untuk diberikan kepada penggua jalan. Tak ada sanksi tipiring bagi pelanggar, hanya sanksi disuruh pus up.atau skot jam.

Tidak melakukan sanksi tiporing, hanya sanksi sosial, pus up skojam, atau ikraririel,” .hentinya melakukan rajia.*** Sopandi