Dejurnal.com, Sukabumi – Pembangunan kolam renang di tanah banyak ilalang Desa Gunung Malang mendapat tanggapan dari tokoh muda Cikidang, Rudini Dewantoro. Menurut ia, jika pembangunan kolam renang itu dimaksudkan untuk wisata desa, tentu ada perencanaannya atau masterplan dan membangun sesuatu pasti sesuai dengan perencanaan tersebut.

“Kalau tiba-tiba ada dibangun kolam renang tanpa dipersiapkan dulu pematangan lahan, minimal plang, ini ibarat berwudhu basuh kuping dulu yang didahulukan,” tandasnya kepada dejurnal.com.

Menurut Rudini, biarpun kita masyarakat awam tapi sedikitnya tahu pola membangun dari sebuah perencanaan. “Bayangkan, membangun kolam renang mewah di tengah padang ilalang, apa itu tak menjadi pertanyaan?” ujarnya.

Baca Juga :   Program BPNT di Kabupaten Garut, Masihkah Karut Marut ?

Tokoh muda Cikidang ini pun melanjutkan, sepengetahuan dirinya, membuat perumahan saja sebelum rumah contoh, pematangan lahan pasti didahulukan sesuai master plan.

“Mana untuk jalan, mana untuk gerbang, mana fasum mana fasos pasti pasti ditentukan dahulu sesuai perencanaan, tak mungkin bikin rumah contoh di tengah padang ilalang tanpa pematangan lahan dulu trus bilang ini kawasan perumahan,” paparnya sambil tersenyum.

Rudini pun mempertanyakan kemanfaatan dari kolam renang tersebut. “Daripada dibuat kolam renang tapi tak manfaat, kenapa tidak untuk pematangan lahan dulu agar publik tahu itu untuk desa wisata, calon investor pun kan bisa tahu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Gunung Malang yang berhasil diminta tanggapan terkait kolam renang di tengah ilalang memberikan tanggapan sampai ke tataran teknis, bahkan memberikan masterplan tiga dimensi perencanaan pembangunan kolam renang dan kolam koi sebagai rencana desa wisata sambil memberikan tanggapan.

Baca Juga :   Membaca Politik Gontor

“Untuk pembangunan kolam memang saat ini belum ada manfaat bagi masyarakat sekitar karena memang baru membangun kolamnya saja, belum ke ranah ke masyarakat luas karena memang kalo untuk promo itu harus siap segalanya pasilitas misalnya MCK serta anggaran pun pasti besar terus lagi itu melanjutkan pembangunan Kades sebelum nya htr nuhun,” ujar Ketua BPD melalui aplikasi perpesanan.***Aldy