Dejurnal.com, Garut – Guna mempererat tali silaturahmi antar sekolah, sekelompok pelajar membentuk komunitas pemuda pelajar dan dinamai Warung PelajaR Demokrasi (WARDE), terdiri dari pelajar SMA dan SMK juga mahasiswa.

Luar bisanya, kendati baru berumur 1,5 bulan, komunitas WARDE yang bersekretariat di jalan Sunyadinata No. 50, Tarogong Kidul Garut ini, keberadaanya cukup dinilai baik karena kegiatannya yang positif sesuai dengan tujuan untuk mengembangkan bakat serta mempererat tali silaturahmi antar sekolah .

Peristiwa bencana alam gempa bumi Cianjur yang mengakibatkan ratusan rumah serta korban jiwa yang begitu banyak tidak luput dari perhatian komunitas WARDE yang langsung sigap melakukan kegiatan baksos dengan cara membuat proposal di tujukan kepada kedua orang tua masing anggota WARDE.

Baca Juga :   Lakukan "Jual Dedet", Oknum Penilik di Korwil Disdik Ciparay Bikin Para Kepala SD Geram

Salah satu pendiri komunitas Warde, Cheppy Nawawi yang biasa dipanggil Om Cheppy oleh anggota Warde, saat ditemui dejurnal.com mengatakan bahwa Warde merupakan sekumpulan pemuda pelajar yang mempunyai cita-cita besar serta keinginan mengembangkan potensi yang ada di luar dari mata pelajaran sekolah.

“Kami terbentuk karena ada suport dan dukungan dari beberapa seniot, yang selalu memberikan bimbingan terhadap kami ke arah yang jauh lebih baik dan berarti serta tidak menyianyiakan masa muda kami,” ujarnya.

Baca Juga :   Korwil Disdik Ciwidey Merasa Tak Dilibatkan dalam Rehab 4 SDN di Wilayahnya

Sesuai dengan namanya, lanjut Cheppy, Warung Pelajar Demokrasi yang disingkat Warde, tentunya kita bebas berekspresi dan bereksperimen atas bakat dan sumber daya yang ingin dikembangkan menuju yang lebih baik dan positif.

“Termasuk dengan membangun empati terhadap korban bencana gempa Cianjur, walaupun kita masih minta ke orang tua karena pelajar tapi minimal menumbuhkan kesalehan sosial harus sejak masih seumur kita,” pungkasnya.***Red