Dejurnal.com, Cilacap – Untuk Menusantarakan Garam Produk Olahan Petani Garam Cilacap, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Yos Sudarso Purwokerto melalui program Pengabdian Masyarakat Skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM), melaksanakan pendampingan kepada Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Minamas Pansela di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (16/11/2022).

Pelaksanaan program Pengabdian Masyarakat Skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) didanai oleh KEMDIKBUDRISTEK untuk tahun pendanaan 2022, dengan judul “Penerapan Teknologi Pengemas Garam Otomatis Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Efektivitas”.

Garam Siap Dipasarkan Pada Industri Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Minamas Pansela di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala.

Ketua pelaksana program kegiatan yaitu Ria Manurung, SE.,M.Si.,Ak.,CA (STIKOM Yos Sudarso Purwokerto) dan sebagai anggota pelaksana yaitu Anastasia Febiyani, S.T, M.T (Institut Teknologi Telkom Purwokerto), dan Agus Suparno, S.Kom., M.Eng. (STIKOM Yos Sudarso Purwokerto).

Institusi Mitra yaitu Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Minamas Pansela, dengan alamat desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Penanggung Jawab Sarti Rahayu Pujianingsih.

Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi garam berskala lokal dan untuk ke depannya akan dapat menjadi skala nasional.

Petani garam di desa ini sudah menerapkan sistem Tunnel, yaitu proses pembuatan garam yang dilakukan dengan cara tertutup mulai dari proses air baku dari laut hingga air tua yang berakhir pada meja kristalisasi.

Sistem ini terbukti dapat menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik, putih dan bersih. Petani garam Desa Glempangpasir mengambil air laut dengan cara pengeboran sumur di tepi pantai, kemudian air masuk ke tandon lalu melewati penyaringan.

Baca Juga :   Pemkab Karawang MoU Dengan BCA, Pembayaran Pajak dan Restribusi Daerah Secara Online

Isi penyaringan dalam wadah terdiri dari batu zeolid, arang, dan kain filter. Selanjutnya air masuk ke bak peminihan I (3 º BE – 7 º BE). Lalu dialirkan ke bak II (7º BE – 12 º BE ). Setelah air mencapai (12º BE – 17 ºBE ) dialirkan ke bak III. Jika air sudah mencapai (17º BE – 23 ºBE ) dialirkan ke bak IV dan ke bak finishing jika air sudah mencapai (23º BE – 25 ºBE ) hingga air mulai terkristalisasi.

Derajat BE atau Baume adalah skala untuk mengukur massa jenis cairan yang lebih berat dari air dan alat skala lainnya.

Pengolahan air laut menjadi garam dengan sistem Tunnel tergolong lebih cepat daripada dengan sistem lainnya, karena waktu yang dibutuhkan sekitar 28 hari apabila sedang musim hujan, namun jika sedang musim kemarau panen garam bisa lebih cepat lagi yaitu sekitar 15-20 hari.

Permasalahan mitra KUGAR Minamas Pansela yaitu proses pengemasan garam yang masih manual dengan peralatan sealer perekat plastik sederhana dan ukuran alat yang kecil, dan membutuhkan tenaga kerja beberapa orang, karena harus dimasukkan ke dalam plastik, kemudian ditimbang terlebih dahulu, lalu dijepit dengan peralatan sederhana tersebut.

Tenaga kerja yang dibutuhkan biasanya 3 orang atau minimal 2 orang supaya pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan membutuhkan waktu yang lama karena semuanya serba manual dan penutup bungkus sering bocor karena hasil jepitan perekat pembungkus tidak kuat atau tidak rapat.

Baca Juga :   Bazzar Ramadhan 1443 H, Promosikan Produk Unggulan UMKM Cianjur

Permasalahan yang kedua yaitu pemasaran dan penjualan produk garam yang masih terbatas dan sederhana yaitu melalui mulut ke mulut, antar desa, antar kerabat dan dengan mengirim contoh garam ke toko-toko atau warung di kota sekitar seperti kota Cilacap dan Purwokerto.

Solusi dari berbagai permasalahan tersebut yaitu untuk proses pengemasan garam yang masih manual dengan peralatan sealer perekat plastik sederhana, diperlukan peralatan yang didukung dengan mesin modern pengemas garam otomatis.

Mesin modern pengemas garam otomatis dapat membantu kelompok GUKAR Minamas Pansela untuk menghasilkan produksi garam lebih banyak melalui kecepatan mesin pengemas.

Sehingga hasil produksi garam akan meningkat 100% dari segi jumlah atau kuantitas produksi.

Mengatasi permasalahan pemasaran dan penjualan produk garam yang masih terbatas dan sederhana maka Tim menyediakan pemasaran dan penjualan secara Online berbasis Android.

Aplikasi Pemasaran dan penjualan garam yang diberi nama “E-Salt Pansela Glempangpasir” Berbasis Android yang dapat menjangkau seluruh nusantara melalui smartphone yang akan dikelola oleh KUGAR Minamas Pansela.

Aplikasi pemasaran dan penjualan tersebut diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan dan menuntaskan permasalahan bidang pemasaran dan penjualan garam pada KUGAR Minamas Pansela.

Aplikasi terdaftar di Playstore sehingga semua pengguna internet dapat mengaksesnya dengan link:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.minamas.e_salt_minamas_pansela.

Upaya menusantarakan garam KUGAR Minamas Pansela melalui pemberian dan pendampingan penggunaan peralatan mesin modern pengemas garam otomatis dan aplikasi pemasaran, penjualan berbasis Android.***BUNGKUS