Peringatan HUT ke-77 RI dan Hari Jadi ke-39 Desa Jatisari, Bupati Bandung Imbau Warga Hemat dan Kreatif Antisipasi Inflasi

Bupati Bandung hadir di acara HUT ke-77 RI dan Hari Jadi ke-39 Desa Jatisari. (Sopandi/dejurnal.com)
Bupati Bandung hadir di acara HUT ke-77 RI dan Hari Jadi ke-39 Desa Jatisari. (Sopandi/dejurnal.com)

Dejurnal.com, Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka acara peringatan hari jadi yang ke 39 Desa Jatisari Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung dengan memberangkatkan peserta karnaval warga, Sabtu (17/9/2022).

Bupati juga memberikan doorprisze kepada 13 orang perwakilan dari anak-anak, Ketua RT/RW dan kader PKK.

H. Dadang Supriatna bersyukur bisa hadir dalam acara peringatan hari jadi Desa Jatisari yang sekaligus memperingati HUT ke-77 RI ini, walau walaupin undangnya mendadak saat acara Saba Desa di Desa Kutawaringin.

Bupati berharap momen peringatan hari jadi desa tersebut menjadi motivasi untuk lebih memajukan desa. “Saya berterima kasih kepada warga yang terlah berpartisipasi dala membangun desa Jatisari, dan berharap Desa Jatisari lebih maju. Saya siap mendukung kemajuan Desa Jatisari ” katanya.

Baca Juga :   2019, Pembangunan Embung Jadi Skala Prioritas Desa Godog

Dalam kesempatan tersebut Dadang Supriatna menyampaikan janji politiknya yang telah direalisasikan, yakni insentif guru ngaji. bantuan bergulir tanpa bunga, dan kartu tani.

Tak lupa Dadang Supriatna berpesan, dalam mengantisipasi terjadinya inflasi agar masyarakat berhemat dan kreatif. ” Jika malam hari sekiranya lampu listrik tidak dimanfaatkan lebih baik dimatikan, dan jika ada lahan pekarangan agak luas ditanami sayuran, bisa juga di polibag, ” katanya.

Baca Juga :   Mobil Desa Harus Berplat Merah, Tanda Bukan Milik Pribadi Kepala Desa

Mepala Desa JatisariJatisari H. Dayat Hidayat mengatakan, Desa Jatisari sudan berusia 39 tahun, tapi baru kali ini hari jadinya dimeriahkan. Ia berharap ke depan bisa setiap tahun desa yang berjargon Hadekeun ini dimeriahkan.

Selain ada karnaval Jampana, kata H. Dayat ditampilkan pula kreasi pencak silat dari 8 paguron silat yang ada di desa tersebut, dan sekali gus memberi pemghargaan atas partisipasi para paguron tesebut. Pada sore harinya dipintonkan seni bajidor. *** Sopandi