Islam Lahirkan Generasi Unggul Pembangun Peradaban

Oleh : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)

Kota Cirebon terus berbenah sejak era Covid-19. Bahkan, paling terbaru Cirebon siap membangun hall yang diperuntukkan untuk konser musik terbesar di Jawa Barat. Hall musik terbesar dan modern akan hadir di Cirebon, pembangunannya akan dimulai pada akhir pekan ini. Arena konser tersebut merupakan bisnis dari PT Gudang Musik Indonesia (GMI), tahapan pembangunan diawali dengan penandatanganan komitmen di ruang Papandayan, Swiss-Belhotel Cirebon. (celebrities.id, 7/1/2022)

Tak kehabisan kata saat kita membahas tentang pemuda. Potensi pemuda begitu luar biasa. Selain usia yang masih muda, mereka memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih kuat. Pemuda pun memiliki idealisme yang tak luntur ditelan zaman saat mereka memiliki pemahaman yang kokoh dan kuat tentang kehidupan. Pemuda pun memiliki kekreatifan tak terbatas, daya kritis dan semangat yang membara.

Namun, sistem kapitalisme-sekulerisme yang memiliki paham memisahkan agama dari kehidupan membuat mandul peran dan potensi pemuda. Pemuda bak singa yang gagah berani dalam membela kebenaran, nyatanya potensi sebagian besar pemuda saat ini diarahkan kepada hal yang tidak bisa membangkitkan umat.

Saat ini gaya hidup sebagian besar pemuda pun sangat jauh dari Islam. Hedonis, liberalis, materialis, konsumtif sudah menjadi life style-nya para pemuda. Fun, food, fashion sudah menjadi hal lumrah menggandrungi kehidupan para pemuda. Maka, dengan kehadiran hall musik terbesar di Jawa Barat ini pun hanya akan semakin menguatkan arus liberalisasi.

Apalagi, dengan menyasar anak muda untuk kemudian dipekerjakan di industri musik. Maka, akan terciptalah generasi yang menerima nilai-nilai barat. Idealisme pemuda luntur seiring berjalannya waktu. Bahkan yang seharusnya berpikir visioner jauh ke depan dan memiliki daya kritis tinggi, namun nyatanya disibukkan dengan hal-hal yang tidak bisa membawa pada perubahan besar.

Padahal, dalam sejarah Islam kita tahu bersama sederetan pemuda yang menghiasi kisah-kisah kepahlawanan. Sebut saja Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel, Shalahuddin Al-Ayyubi seorang ksatria gagah berani yang melawan tentara salib. Bahkan di masa Rasulullah SAW pun banyak sekali para pemuda yang menggunakan potensinya untuk membela Islam.

Baca Juga :   Bukti Literasi Sejarah Mengapresiasi RA Lasminingrat Sangat Layak Menjadi Pahlawan Nasional

Sebut saja Zubair bin Awwam berbudi luhur dan berakhlak mulia yang dijamin masuk surga oleh Allah, Ali bin Abi Thalib yang kala itu masih sangat belia saat memutuskan untuk memeluk Islam, Mush’ab bin Umair yang menjadi duta dakwah pertama di Madinah dan masih banyak lagi kisah pemuda lainnya.

Dari kisah-kisah di atas, banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Sejarah membuktikan bahwa pemuda dari dulu sampai sekarang memiliki peran dan andil yang luar biasa dalam menorehkan tinta emas pada perubahan bangsa.

Negara sangat memerlukan sosok para pemuda yang idealisme, gigih berani dan semangat membara untuk melakukan perubahan dalam masyarakat dan menegakkan kebenaran di atas muka bumi.

Sungguh, gambaran pemuda saat dinaungi Islam dan pemuda saat ini sangat jauh berbeda. Kepribadiannya pun bak langit dan bumi. Sebagian besar pemuda Muslim saat ini lebih berorientasi pada dunia dibandingkan memikirkan bekal untuk akhirat.

Pemuda Muslim yang memiliki jiwa heroik dan berkepribadian luhur nan mulia tentu tidak lahir dengan sendirinya. Namun banyak faktor yang membentuknya. Lingkungan keluarga menjadi hal yang utama pastinya. Dimana keluarga terutama ibu menjadi madrasah utama dan pertama bagi anak.

Namun tak hanya itu, lingkungan masyarakat yang paham Islam menjadi sebuah sistem lingkungan yang bisa mengontrol gerak gerik masyarakat terutama tingkah laku pemuda. Sehingga saat ada yang bermaksiat kepada Allah SWT, amar makruf nahi mungkar berjalan dengan baik. Karena tak ada lagi sifat individualisme, namun sikap peduli pada sesama lebih ditonjolkan.

Akhirnya lingkungan yang sangat kondusif bisa membuat siapapun termasuk para pemuda bahu membahu untuk memikirkan masa depan bangsa. Berpikir untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Bahkan memikirkan bagaimana melejitkan potensi untuk mengambil peran besar dalam memajukan bangsa.

Baca Juga :   Pemprov Jabar Diharapkan Segera Lantik Calon Pengawas Sekolah

Sistem Islam adalah sistem hidup yang Allah turunkan untuk umat manusia. Dalam Islam, pemuda adalah asset yang sangat berharga. Islam adalah aturan sempurna, sehingga para pemuda diarahkan untuk mencintai ilmu dan didorong untuk menuntut ilmu agar bisa mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat dan Islam.

Sehingga tak heran juga banyak kisah seperti ulama besar, Imam Syafi’i di usianya yang masih belia sudah hapal Al-quran dan beliau pun terus menuntut ilmu dan mengamalkannya. Banyak ilmu dari beliau yang dimanfaatkan oleh masyarakat luas bahkan bisa sampai kepada kita.

Islam pun sangat menjaga para pemuda. Karena pemuda adalah estafet kepemimpinan sebagai pengganti generasi awal untuk mengurusi peradaban. Sehingga para pemuda diberikan bekal ilmu dan keimanan yang tinggi untuk mengarahkan potensinya hanya dalam koridor Islam. Para pemudanya kaya dengan ilmu, memiliki keimanan yang luhur serta berakhlak mulia.

Orientasi hidup para pemuda betul-betul disuasanakan agar senantiasa mengingat Allah. Sehingga dalam melakukan perbuatan akan sangat berhati-hati. Ibadah sunnah menjadi makanan sehari-hari. Berusaha mendekatkan diri kepada Rabb-nya menjadi hal yang alami.

Sistem hidup pun sangat mendukung untuk mencetak generasi emas. Media massa seperti tayangan-tayangan yang tidak bermanfaat tentu saja tidak akan ditayangkan. Namun pensuasanaan keimanan dan haus akan ilmu akan selalu dihembuskan. Sehingga para pemuda lahir menjadi sosok yang berkualitas dan menjadi mutiara dambaan umat.

Oleh karena itu, saat menginginkan para pemuda mengoptimalkan potensinya hanya untuk menghasilkan karya gemilang dan bisa menorehkan perubahan besar untuk membangun peradaban, maka kembalilah pada Islam. Karena terbukti, hanya sistem Islamlah yang mampu mencetak generasi unggul yang tak luntur idealismenya oleh zaman.

Wallahu’alam bishshawab.

*) Seorang penulis lepas, tinggal di Majalengka

Video Pilihan