Ustad Encep, Surade : Kabar Pengangkatan Dirinya Sebagai Wali, Bohong dan Hoax

Ustad Encep (bertelanjang dada) didampingi kuasa hukumnya berikan pernyataan kabar pengangkatan dirinya sebagai wali adalah hoax.
Ustad Encep (bertelanjang dada) didampingi kuasa hukumnya berikan pernyataan kabar pengangkatan dirinya sebagai wali adalah hoax.

Dejurnal.com, Sukabumi – Jaenal Mutakin als Ustad Encep menjadi perbincangan publik setelah dihebohkan dengan isu tentang pengangkatan dirinya sebagai “wali”.

Atas kehebohan itu, Pimpinan ponpes Nurul Iklas Kp. Leuwicagak Desa Cipeundeuy Kecamatan Surade ini datang di acara konferensi pers yang digelar di Mapolres Sukabumi. Ustad Encep datang didampingi oleh kuasa hukum dan Kades Desa Cipeundeuy guna mengklarifikasi isu tersebut, Senin (04/10/2021).

“Kabar yang menyatakan saya mengangkat diri menjadi wali adalah adalah kabar bohong, saya secara pribadi telah memaafkan orang yang telah menyebarkan kabar bohong bahwa saya menyatakan telah diangkat menjadi wali, namun demikian untuk kasus hukumnya tetap lanjut dan saya sudah serahkan kepada polisi dan kuasa hukum saya”, tegas Encep kepada para awak media.

Baca Juga :   Bupati Karawang Ajak Pengelola RS Swasta dan RS Rujukan Ikut Andil Penanganan Covid-19

Sementara itu kuasa hukum Encep dengan tegas menyatakan akan mendalami kasus tersebut bersama dengan pihak kepolisian.

“Pihak kuasa hukum belum menerima permohonan maaf dari pihak manapun atas tersebar kabar hoax bahwa klinnya telah diangkat sebagai seorang wali,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah yang didampingi Wakapolres Sukabumi Kompol Niko dan Kasat Reskrim AKP Rizka Fadhila menyatakan bahwa kasus ujaran kebencian (sara) dan atau pencemaran nama baik dan atau penistaan telah masuk dalam proses penyidikan.

“Setelah hasil pemeriksaan terhadap para saksi, saksi ahli serta barang bukti, kami naikan statusnya menjadi penyidikan dan kami sudah mengantongi identitas si penyebar informasi”, ungkap perwira menengah lulusan Akpol 2002 tersebut.

Penyidik dalam perkara ini akan menerapkan pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik dan pasal 45 Ayat 3 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan juga pasal 310 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :   Warga Keracunan Makanan Di Tarogong Kidul, Antara Karedok, Sate atau Sup

Dedy juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan issu, sudah jelas Ustad Encep tidak pernah menyatakan mengaku sebagai seorang wali.

Disoal wartawan tentang penampilannya yang bertelanjang dada, Ustad Encep menjawab dirinya merupakan seorang santri yang taat atas perintah gurunya untuk tidak menggunakan baju, Encep menyatakan gurunya yang faham dengan perintah terhadap dirinya.***Aldy

Video Pilihan