Pengerjaan Program Padat Karya Ruas Jalan Banjar-Pangandaran Dinilai Ada Kejanggalan

Dejurnal.com, Ciamis – Program padat karya atau PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat untuk memperbaiki beberapa insfrastuktur di antaranya peningatan drainase/ saluran air dan bahu jalan dan juga pemasangan bronjong di Wilayah Banjar – Pangandaran patut di pertanyakan.

Pasalnya, pantauan tim media dejurnal.com dan Dinamika bersama LSM KMPI saat melakukan pemantauan di lapangan, beberapa titik drainase ada yang hanya diterapkan pasangan batu sementara pasangan lama berada di atas dan juga ada pemasangan bronjong yang di laksanakan tidak sepenuhnya memakai kawat bronjong.

Baca Juga :   Kelurahan Muka Menghimbau Warganya,Agar Tetap Menjaga Kesehatan

“Hal seperti ini patut menjadi kecurigaan karena anggaran padat karya yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut di bayarkan sesuai progres yang terpasang, artinya ketika pasangan drainase tersebut di tagihkan, dipastikan pasangan batu drainase di bawahnya akan ikut ditagihkan,” ujar Ketua LSM KMPI, Domo.

Pihak pelaksana di lapangan menyisiasati dengan cara batu lama diberi semen sehingga terlihat seperti baru dan hal seperti ini patut di curigai.

Baca Juga :   Polres Garut Salurkan Beras Pada Warga Sukaregang Terdampak PPKM Darurat

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan, pihak PPK Hartono sedang tidak ada di tempat.

Salah satu stafnya bernama Eka meminta hal tersebut silahkan klarifikasi kepada pengawas, yaitu Ruli.

Namun ketika Ruli ditemui di lapangan mengatakn bahwa hal ini sepatutnya di tanyakan kepada atasannya bernama Slamet.

“Beliau yang lebih pantas memberikan penjelasan,” ujarnya pendek.***Red/Tio

Video Pilihan