Tak Ada Uang Ketika Dipalak, Siswa SMPN 1 Kalapanunggal Ini Mengaku Dikeroyok dan Dihajar Temannya Sendiri

Ilustrasi
Ilustrasi

Dejurnal.com, Sukabumi – Seorang siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kalapanunggal berinisial Erde mengaku dianiaya dengan cara dipukul secara keroyokan oleh temannya sendiri sehingga mengalami nyeri di dada sebelah kiri.

Peristiwa pemukulan dan pengeroyokan ini terjadi sepulang sekolah, Selasa (14/9/2021) dan Erde langsung mengadukan hal ini kepada Uwanya yang bernama Esih.

Kepada dejurnal.com, Esih menyatakan dirinya merasa terpukul atas kejadian yang menimpa keponakannya dan langsung menemui Kepala SMPN 1 Kalapanunggal dan dihadiri guru matematika memediasi persoalan.

“Saya temui pak Kepsek Pak Jaja dan dihadiri guru matematika Pak Supri untuk memediasi persoalan, harapan saya selaku orang tua meminta keadilan dan keputusan hukum yang melindungi anak-anak sekolah karena hawatir terjadi kepada siswa yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga :   Purwakarta Pastikan Tak Ada Pungli Pada Seleksi Kepsek

Menurut cerita Erde, kejadian pemukulan secara dikeroyok itu terjadi pada pukul 10.00 dimana dirinya diminta uang (dipalak) sebanyak Rp 100.000 oleh siswa yang bernama Wil dan teman-temannya.

“Wil ini hampir setiap hari meminta uang (memalak, red) pada saya, karena gak ada uang akhirnya mereka memukul saya,” ujarnya.

Baca Juga :   Sudah Ketemu Bupati Akan Menempuh Perijinan, KJIE Hentikan Sementara Pembangunan Perumahan Rolling Hills Estate

Lanjut Erde, selain Wil yang memukul dadanya, salah seorang bernama Age ikut menampar dan menendang, padahal Age ini siswa yang sudah dikeluarkan oleh pihak sekolah (drop out).

“Karena saya merasa sakit, langsung lari ke kelas dan saat itu tidak ada guru di kelas,” pungkasnya.

Uwa Esih selaku orang tua dan wali Erde berharap pihak sekolah bisa memberikan keadilan setelah tadi dirinya menghadap, dan rencananya besok Rabu (15/9/2021) akan berkumpul di sekolah guna melanjutkan pembahasan peristiwa pemukulan pengeroyokan terhadap Erde.***Aldy

Video Pilihan