Seribuan Data PKH Garut Semrawut, Siapa Tanggung Jawab?

Ilustrasi kartu PKH
Ilustrasi kartu PKH

Dejurnal.com, Garut – Program Harapan Keluarga (PKH) di Kabupaten Garut terus mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, utamanya adanya kesemerawutan yang terjadi dilapangan akibat tidak akuratnya By Name By Adress (BNBA) yang mencapai hampur 1.000 kasus.

Koordinator Pendamping (Korkab) PKH Kabupaten Garut Aceng membenarkan adanya hal tersebut.

“Yah benar ada beberapa masalah terkait ketidak cocokan BNBA sekitar 1.000, dan ini yang kita lagi urus,” ujarnya.

Hal senada juga datang dari Kabid Limjamsos Dadang Bunyamin saat ditemui di kantornya.

Baca Juga :   Situsi Pasar Tradisional Lemah Abang Wadas Seperti Tak Ada PSBB

“Ya terkait masalah PKH yang terjadi dilapangan, tentu ada beberapa faktor, dan kita tidak menepis ada masalah, ini harus segera diselesaikan, bagaimana cara harus ada titik solusinya,: Jelasnya.

Dadang mengungkapkan bahwa di Kabupaten Garut sendiri ada sekitar 600 lebih kasus yang berkaitan BNBA, karena yang punya kebijakan langsung dari Pusdatin walau memang kembali ke daerah yaitu ada di bidang data (BDT).

“Kami tidak lebih penerima manfaat dari program tersebut (PKH), ya kita senang-senang saja pasalnya biar ada kejelasan, dengan terangkatnya kasus tersebut biar semua tahu dan bagaimana solusinya. Terkait hal tersebut kita duduk bareng mencari solusi dengan Kepala Dinsos, Para Kabid terkait serta pendamping PKH,,” Terangnya.

Baca Juga :   Perhutani KPH Purwakarta Dukung Petani Tanam Porang di Kawasan Hutan

Dadang pun mengatakan bahwa hal ini tidak bisa hanya Dinos saja akan tetapi sangatlah penting peran aktif lembaga.

“Dan dengan terkuak kasus ini Kepala Dinas Sosial bisa memberi akses ke Para Pendamping PKH dan Operator, dalam mengkoreksi dan evaluasi titik mana saja yang bermasalah.” Pungkasnya.***Yohaness

Video Pilihan