Mak Yuli Bersama Lima Warga Cipanengah Berharap Sertifikatnya Dalam Program PTSL Segera Terbit

Ilustrasi sertifikat
Ilustrasi sertifikat

Dejurnal.com, Sukabumi – Mak Yuli (66) salah satu warga Desa Cipanengah yang ikut serta dalam program Percepatan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan telah menyerahkan uang sebesar Rp 150.000 dan sudah hampir mau dua tahun semenjak mendaftarkan belum mendapatkan sertifikatnya.

“Padahal sebagai prasyarat saya sudah berikan juga AJBnya kepada mandor,” ungkapnya.

Menurut Mak Yuli, dirinya sudah seringkali bertanya kepada Pemerintah Desa Cipanengah, termasuk kepada kepada desa dan istrinya.

“Mak sudah tua dan hidup hanya ditemani cucu, jadi sertifikat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga :   Sikap APDESI Kepada Pemerintahan Baru, Begini Kata H. Dadang Suryana

Mak Yuli pun mengatakan, di masa tuanya ia tak memiliki jaminan hidup ataupun jaminan kesehatan seperti orang lain. “Khawatir saja kalau sakit tak ada biaya buat ke rumah sakit,” ucapnya.

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, Mak Yuli buka warung gorengan dan hasilnya di bagi dua, untuk hidup bersama cucunya yang yatim dan biaya sewa karena warungnya punya orang lain.

“Emak selalu tersinggung ketika ada yang bilang saya ini pendatang, padahal saya punya KK juga KTP warga Cipanengah,” pungkasnya.

Berkaitan hal itu, Mandor Iyus (kepala dusun) yang menguruskan PTSL Desa Cipanengah menjelaskan bahwa sertifikat Mak Yuli sedang dalam proses di BPN bersama dengan lima orang lainnya.

Baca Juga :   Desa Bojong Galing Diterjang Angin, Sembilan Rumah Rusak Berat

“Sertifikat Mak Yuli bersama lima warga Cipanengah masih berproses di BPN,” katanya.

Mandor Iyus tidak tahu kenapa sertifikat Mak Yuli bersama lima warga lainnya terlambat, informasi yang diterima dari pihak BPN karena orang yang mengurus berganti jadi tersendat.

“Saya yang menguruskan sertifikat Mak Yuli dalam Program PTSL, insya allah akan secepatnya kita usahakan ke BPN agar selesai,” pungkasnya.***Budi/Aldy

Video Pilihan