PPKM Mikro di perpanjang, Ponorogo Institute : Sayangi Keluarga Anda, Protokol Kesehatan menjadi Kunci Utama

Salah satu Ruang Isolasi PPKM Mikro Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. (Foto : Muh Nurcholis/dejurnal.com)
Salah satu Ruang Isolasi PPKM Mikro Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. (Foto : Muh Nurcholis/dejurnal.com)

Dejurnal.com, Ponorogo – Kebijakan perpanjangan PPKM Mikro merupakan upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Seiring meningkatnya tren kasus penularan Covid-19, Mendagri menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi).

Direktur Eksekutif Ponorogo institute, Erlangga Bicky memaparkan bahwasan nya ini penting diberlakukan kembali karena melihat naik nya tren positif Covid-19 “Apa yang di intruksikan bapak Kemendagri sudah betul, menengok banyak Klaster Varian baru yang bermunculan. Ini merupakan ikhtiar dari bapak Kemendagri untuk mengurangi laju varian baru di masa Pandemi.” Pungkasnya, saat ditemui di Kantor Ponorogo institute.

Mendagri meminta kepala daerah untuk tetap kembali melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Keputusan Pemerintah terkait PPKM berbasis Mikro ini diperpanjang dan berlaku mulai 15 Juni – 28 Juni 2021.

“Ini mungkin yang perlu dibangkitkan kembali untuk 5M ini, kita tidak boleh lelah, kita harus kuat, terutama Pemerintah untuk menjadi motor agar masyarakat tetap bangkit, untuk tidak lelah dan tidak lengah,” ujar Mendagri saat Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan PPKM Mikro melalui Video Conference, Senin (14/6/2021).

Pemerintah mengizinkan sektor sektor esnsial seperti Kesehatan, bahan pangan, perbankan, hingga industri. Namun tetap melakukan penerapan Protokol Kesehatan, kapasitas dan pengaturan jam operasional. Sementara untuk Restoran dan Mall dapat beroperasi 50 persen hingga pukul 21:00

Untuk menghindari kejenuhan masyarakat, pemerintah memperbolehkan kegiatan Seni, sosial dan budaya yang menimbulkan kerumunan untuk dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen dan tetap penerapan protokol kesehatan.

“Sayangi keluarga Anda, Protokol Kesehatan menjadi Kunci Utama di masa Pandemi. Bersama Kita BISA !!,” tegas Pria Muda, yang akrab disapa Cak Erlangga.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat kemampuan, sistem dan manajemen tracing, termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan. Mulai dari, tempat tidur, ruang ICU, maupun tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.***(Muh Nurcholis)

Video Pilihan