Gebrakan Kapolres Baru Jaring Puluhan Remaja Penikmat Pil Setan, DKKG : Tamparan Bagi Generasi Tak Berbudaya

Ketua DKKG, Irwan Hendarsyah, SE
Ketua DKKG, Irwan Hendarsyah, SE

Dejurnal.com, Garut – Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, Irwan Hendarsyah, SE mengapresiasi kinerja Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono yang baru di hari pertama bekerja sudah membuat gebrakan dengan menggerebek dan mengamankan puluhan remaja penikmat ‘pil setan’.

“Secara pribadi saya sangat sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja awal Kapolres baru bersama Satuan Narkoba Polres Garut dalam hari pertamanya langsung melakukan langkah yang sangat luar biasa,” ujar Ketua DKKG, Minggu (20/6/2021).

Di lain pihak, lanjut Irwan, penjaringan terhadap puluhan anak remaja yang melakukan pesta obat terlarang menampar kita semua untuk melek mata, bahwa kita semua lengah dan lalai dalam memperhatikan kehidupan para remaja kita yang bisa terperosok kepada penggunaan obat terlarang yang hanya bisa dibeli dengan resep khusus dari dokter dan penggunaannya untuk medis, jika digunakan tanpa aturan bisa membuat fly dan memabukan.

“Ironis sekali, para pelaku yang terjaring kebanyakan para remaja, tidak tanggung 81 orang, ini sungguh sangat luar biasa, saya khawatir masih banyak remaja lain yang sudah terperosok ke dalam budaya yang merugikan ini,” ujarnya.

Selaku Ketua DKKG, Irwan merasa miris dengan terjaringnya para remaja ini, sudah barang tentu ini ada kesalahan dalam perilaku keseharian dari para remaja tersebut, ada pergeseran budaya yang jauh melenceng di remaja kita.

“Kebiasaan buruk dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di generasi remaja ini bisa menjadi budaya buruk, budaya tidak baik yang sedang diciptakan oleh generasi remaja dimasa transisi ke masa muda yang nanti akan berlanjut ke masa dewasa,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut Ketua DKKG yang akrab di panggil Kang Jiwan, masa remaja diisi oleh hal positif agar tercipta kebiasaan yang baik yang menjadikan budaya kehidupan di generasi remaja tertata untuk mempersiapkan kehidupan lebih baik menjelang masa muda dan dewasa.

“Budaya bukan sekedar sebuah pertunjukan ataupun tontotan seni saja, namun budaya lahir dari hasil pemikiran dan akal sehat manusia yang tercipta dari jaman nenek moyang terdahulu serta sudah menjadi kebiasaan dilakukan ke generasi sekarang.

“Maka jika kebiasaan buruk sedari remaja menggunakan narkoba bisa menjadi salah satu bentuk penciptaan kebiasaan yang akan menjadi budaya, bagaimana kelak generasi remaja jika terus melakukan kebiasaan yang buruk ini,” Ujarnya.

Menurut Kang Jiwan, penataan kehidupan berbudaya wajib diterapkan dan ditanamkan sedini mungkin di dalam sosial terkecil yaitu pada tingkat keluarga melalui edukasi dan komunikasi yang baik, dasar agama, akhlak, adab kesopanan serta pergaulan yang terkontrol dari mulai rukun tetangga, rukun warga hingga masyarakat luas agar sebagai orang tua mengetahui perkembangan anaknya.

“Dengan demikian kebiasaan yang baik akan terwujud, dan ini perlu di sikapi oleh semua stake holder di Kabupaten Garut untuk segera menindak lanjuti penanganannnya agar generasi remaja terselamatkan dari efek penggunaan peredaran obat terlarang tersebut,” paparnya.

“Kejahatan tak bisa dielakan jika pola pikir tidak sehat dalam keadaan mabuk apapun bisa dilakukan, jika kebiasan seperti ini tidak ditindak maka akan tercipta generasi muda yang rusak (tidak berbudaya),” cetusnya.

Kang Jiwan pun mengajak kepada semua stake holder di Garut untuk bersama sama lebih memberikan edukasi pemaparan, pengawasan serta tindakan sesuai perundang undangan atau hukum berlaku melalui yang berwenang dan kontrol sosial terhadap masyarakat lingkungan sekitar dan terdekat dari kita wajib dilakukan sebagai upaya awal dari sebuah perubahan kepedulian agar sedini mungkin bisa kita cegah efek dari perilaku buruk tersebut.

“Mari kita ciptakan bersama kehidupan berbudaya karena ini penting untuk garut kembali jaya melalui budaya,” pungkasnya.***Red

Video Pilihan