Sengkarut Politik Desa Sindangraja Berbuntut Kantor Desa Digembok, Pelayanan Umum Terganggu?

Dejurnal.com, Cianjur – Sengkarut politik lokal hingga saling sandera kepentingan di Desa Sindangraja Kec. Sukaluyu Kab. Cianjur, berbuntut penggembokan kantor desa oleh warga serta tokoh Masyarakat setempat, imbasnya pelayanan umum terganggu, Selasa (04/5/2021).

Sengkarut tersebut dipicu oleh agenda kepala desa terpilih yang mempermasalahkan tanah desa yang disewakan ke PT. Mayora saat kepemimpinan kades lama, rupanya agenda kades tersebut membuat gerah sekelompok orang masalah pun jadi melebar kemana-mana hingga konflik penistaan pemuka agama pun muncul.

Ketua BPD, Ace saat di mintai tanggapan terkait sengkarut politik lokal tersebut, membantah jika isue pengembokan kantor desa ada kaitanya dengan agenda kepala desa yang mempermasalahkan penyewaan lahan desa ke pihak PT. Mayora.

Baca :   e-KTP Resmi Status Abal-abal Masih Misteri, Operator Kecamatan Cilaku Tuding Disdukcapil Lebih Tahu

“Ini murni gerakan warga yang menuntut mundur kadesnya, yang di nilai arogan dan semena-mena,” ungkap Ace.

Senada dengan Ketua BPD Sindangraja, tokoh Masyarakat setempat UST mengatakan bahwa masyarakat sudah harga mati tidak bisa di tawar lagi, kades harus turun dari jabatanya. “Selama di pimpin dia banyak kejanggalan dalam pengambilan kebijakan, di pimpin dia demokrasi di desa kami tidak berjalan,” ujar UST.

Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kepala Desa Singdangraja H. Ayi Lukman memberi jawaban singkat tuduhan Ketua BPD tersebut

“Nggak bisa menjawab lagi bulan puasa, gimana baiknya aja, saya susah menanggapinya,” ujar Kades sambil menutup telepon secara sepihak

Baca :   Petisi Mosi Tidak Percaya, Warga Desa Sindangraja Tuntut Kepala Desa Mundur

Di tempat terpisah Kasie PPM Kecamatan Sukaluyu, Soleh angkat bicara mewakili camat, terkait sengkarut politik di Desa Sindangraja.

“Kita sudah menawarkan Ke Kepala Desa agar berkantor lagi, dengan pengawalan dari BPD, agar pelayanan kembali berjalan seperti semula, permasalahan ini saya kembalikan kepada BPD,” pungkas Soleh.

Ketua Rt. 01/05 yang rumahnya persis di belakang Kantor Desa Sindangraja menceritakan sempat terjadi ketegangan antara warga yang Kontra dan Pro kades di depan Kantor Desa. “Yang kontra ingin kantor di segel sedangkan yang pro sebaliknya,” papar GN. ****Rik/Ark