Berita Tidak Berbobot Versi PNS Ridwan, Insan Pers : Itu Ngaco

Dejurnal.com, Cianjur – Banyak yang bertanya seperti apa berita yang mengenakkan penguasa atau aparatur pemerintah. Entah sengaja atau tidak tapi faktanya PNS Ridwan Gusmawandi merinci tentang berita yang tidak berbobot. Kendati dalam kacamata insan pers bahwa pandangan semacam itu dianggap tidak berdasar alias ngaco.

Berikut petikan wawancara yang pernah dilakukan dengan orang dekatnya Camat Sukaresmi ini :
Jurnalis (J) : Jika ada pandangan beritanya tidak berbobot, saya ingin tahu penjelasannya?
Ridwan Gusmawandi (RG) : Masih banyak kegiatan lain kang terkait pembangunan di desa untuk mendongkrak kec Sukaresmi ..ari masalah kitu mah memfasilitasina oge isin
J : Justru aneh pak kalau ada tudingan berita tidak berbobot?
RG : Nya da eta mah masalah pribadi susah memfasilitasina
J: Tetap abdi minta klarifikasi ke bapak karena adanya pernyataan berita yang tidak berbobot
RG : Ada yang lebih bagus ..kang terkait pembagian BLT..OPERASI YUSTISI desa..Pembangunan ..jadi abdi masihan keterangan na enakeun ari anu karitu mah. Jadi moal aya hal hal anu matak piawoneun. Kitu kang.

Ridwan bersikeras dengan asumsi mengenai berita tidak berbobot. Meski pada akhirnya berkali-kali minta maaf kepada awak media.
“Saya minta maaf atas hal tersebut karena pernyataan itu sama sekali tidak dimaksudkan kepada awak media. Berita tentang Camat Sekantor Dengan Istri, Siapa Bakal Dimutasi? itu sudah bagus dan bermanfaat, ” kilahnya.

Sontak pernyataan tersebut mengundang kecaman banyak kalangan. Tak terkecuali, sejumlah insan pers yang sudah meminta klarifikasi mengaku kecewa atas jawaban tersebut.

“Ridwan itu seorang PNS tidak mempunyai kompetensi di bidang jurnalistik. Jelas tidak berdasar kriteria berita tidak berbobot ini karena bisa menyinggung seluruh awak media. Terlebih yang disampaikan itu hanya mengenakkan selera mereka sendiri bukan acuan bersifat umum, ” tegas Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWP) Cianjur, Dede Rohman yang diamini para awak media.

Bagi awak media, sambung Dede, tidak cukup dengan menyampaikan permintaan maaf secara lisan saja tapi dia mesti menjelaskan atas perintah siapa pernyataan tersebut disampaikan. Sebab tidak mungkin Ridwan menyampaikan itu tanpa berkomunikasi terlebih dahulu dengan atasannya.

“Faktanya begitu kita akan konfirmasi Camatnya malah menghindar dengan alasan sibuk. Kita curiga Ridwan tidak sendirian tapi ada yang menyuruh menyampaikan itu dengan memperhatikan sikap Camat yang menghindar dari kejaran awak media,” tegasnya.***Rik/Arkam