Terkait Ada Setoran BPNT Rp 1.000/KPM Buat Tikor Kecamatan, TKSK Sukamantri Angkat Bicara

Dejurnal.com, Ciamis – Biarpun sulit ditemui, TKSK Sukamantri Eni Hunaenah akhirnya angkat bicara terkait adanya setoran e-warong Rp 1000/KPM pada program BPNT untuk tikor kecamatan.

Eni pun menjelaskan bahwa di kecamatan sukamantri tidak ada pemotongan atau jatah TIKOR dari Agen BPNT sebesar seribu rupiah dari tiap KPM, dan bukti transfer dari agen yang beredar itu merupakan kadeudeuh dari agen kepadanya, karena merasa sudah dibantu.

Lanjut eni, kadedeuh tersebut diambil dari margin agen sendiri bukan pemotongan seribu rupiah dari setiap KPM, jadi di kecamatan Sukamantri tidak ada arahan atau jatah TIKOR. “Tetapi itu hanya sebagai tanda terimakasih dari agen kepada saya,” tambahnya.

Baca :   SP3T Bersama Kodim 0613 Ciamis Berdayakan Petani Lokal Dalam Penyaluran BPNT

Di singgung malasah MOU antara agen dengan suplayer Eni pun membenarkan bahwa dirinya ikut menyaksikan penandatanganan MOU tersebut.

“Benar saya ada pada waktu penandatanganan tetapi dengan segala keterbatasan pengetahuan tentang MOU itu wajar-wajar saja sehingga saya tidak menyalahkannya,” ujarnya.

Lanjut Eni, kedepannya MOU itu mau dirubah atau ditiadakan pihaknya ikut ke keputusan para agen untuk mengambil komoditi darimana, mau itu pengusaha lokal ataupun tetap dengan HMT. “Yang jelas saya tidak mengarahkan dan tidak bisa memutuskan kemana agen harus mengambil komoditi,” jelasnya.

Kasi pemberdayaan kecamatan Sukamantri, Asep mengatakan bahwa TIKOR kecamatan tidak mengetahui tentang adanya transfer dari Agen ke TKSK dan itu bisa di pastikan tidak ada kesepakattan untuk pemotongan seribu rupiah dari KPM untuk TIKOR, dan sampai saat ini kami belum menerima pengaduan dari KPM.

Baca :   Gibas Ciamis Tuntut Penjarakan Oknum Nakes Aniaya Keluarga Pasien

Tugas kami hanya sebatas mengontrol, memantau, mengevaluasi, dan melaporkan setiap penyaluran dari e-waroeng ke KPM dari segi kualitas, kuantitas dan jenis komoditinya.

“Kami tidak ada batasan dan wewenang apapun untuk menentukan masalah suplier, tetapi kami mendukung sepenuhnya andaikan pengusaha lokal bisa diberdayakan, yang penting e-warong/agen dapat memiliki pemasok yang menyediakan produk bahan pangan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati atau Vitamin secara konsisten berkualitas dengan harga yang kompetitif serta berkelanjutan,” pungkasnya.***Jepri Tio