Saat Pandemi Covid-19 Perolehan Zakat Baznas Garut Meningkat Signifikan, Ini Besarannya

Dejurnal.com, Garut – Perolehan zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut meningkat signifikan ketika masa pandemi covid-19, dari perolehan asalnya ratusan juta sekarang belasan milyar.

“Justru saat pandemi, peningkatan perolehan zakat luar biasa signifikan,” ungkap Ketua Baznas Kabupaten Garut, H. Raden Aas Kosasih kepada dejurnal.com saat ditemui di kantornya.

Dikatakannya, pendapatan zakat Baznas Garut dari pengurusan yang dulu sebesar Rp 800 juta per tahun tahun 2017 Rp 3,7 milyar, Tahun 2018 5,8 milyar, Tahun 2019 Rp 8,8 milyar, dan pada tahun 2020 meningkat tajam Rp 11,8 milyar.

“Dalam kondisi pandemi, Allah justru berkehendak lain, peningkatan Baznas Garut meningkat tajam,” ujarnya.

Baca :   FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Menurut Aas, 80 persen pendapatan zakat Baznas Kabupaten Garut berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ASN Garut menjadi kabupaten terbaik dalam pembayaran zakat.

“Alhamdulillah menjadi uswatun hasanah di Indonesia,” katanya.

Ketua Baznas pun mengucapkan terima kasih kepada bupati, sekda dan seluruh ASN Garut yang telah rela menitipkan zakat profesinya kepada Baznas Garut.

“Untuk kabupaten lain seperti Cianjur, Sukabumi dan lainnya pendapatan Baznas dari masyarakat umum, kalau Garut dari ASN,” ungkapnya.

Aas mengatakan bahwa mekanisme pengambilan zakat melalui payroll sistem di BJB, dimana ada kerjasama antara Disdik, BJB dan Baznas.

“Kabupaten Garut pun menjadi contoh kabupaten lain dari payroll sistem ini,” pungkasnya.***RaEsha

Baca :   Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis