Resmi Berlakukan Belajar Tatap Muka, Wakil Bupati Garut Pantau Pelaksanaan

Wakil Bupati bersama Kadisdik Kabupaten Garut saat memantau pelaksanaan sekolah tatap muka, Senin (19/4/2021).
Wakil Bupati bersama Kadisdik Kabupaten Garut saat memantau pelaksanaan sekolah tatap muka, Senin (19/4/2021).

Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut resmi memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman memantau langsung pelaksanaan PTM di lima sekolah, yakni : SDIT Persis Tarogong, SDN Regol 13, SDN Pakuwon, SDN Pataruman, dan SMPN 1 Cilawu.

Didamping Kepala Dinas Pendidikan, Totong, Wabup menyimak secara detail protokol kesehatan, mulai dari proses antar jemput siswa, prosedur datang di sekolah, proses pembelajaran, hingga tempat duduk siswa.

Wabup mengatakan, keseluruhan sekolah yang dikunjunginya telah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, meskipun telah melakukan uji coba tatap muka akan tetapi kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan secara online dan offline.

Baca :   Wakil Bupati Garut Monitoring Sekolah, Pastikan Kesiapan Uji Coba Belajar Tatap Muka

“Hasilnya, keseluruhan sekolah telah patuh terhadap protokol kesehatan.

Uji coba pembelajaran tatap muka ini sebenarnya untuk mempersiapkan tahun ajaran baru, maka ada uji coba dulu, uji coba tatap muka walaupun tetap bukan hanya tatap muka pelajaran kita tetap online dan offline,” kata Wabup, Senin (19/4/2021).

Menurutnya pada tahun ajaran baru nanti semua guru dipastikan telah divaksinasi Covid-19, mengingat saat ini baru 60% guru di Kabupaten Garut yang telah divaksinasi.

“Pada saat tahun ajaran baru harus dipastikan semua guru sudah divaksin, makanya sekarang sambil bertahap guru-guru dilakukan vaksin,” tandasnya.

Menurut laporan dari Dinas Kesehatan sambung Helmi baru 60% guru yang sudah divaksin. Oleh karena itu kepada guru – guru agar pro aktif mendaftar agar segera divaksin.

Baca :   PDIP Garut Lakukan Baksos Santuni Puluhan Anak Yatim

Ia menuturkan anak-anak sekolah merasa senang bisa kembali belajar di sekolah. Meski demikian, jam pelajaran sekolah hanya berdurasi 3 jam dan tidak ada istirahat.

Sedangkan untuk jam pembelajaran di uji coba ini hanya 2,5 jam sampai 3 jam dan tidak ada istirahat. Sampai tahun ajaran baru uji coba berjalan lancar dan dapat dukungan dari anak-anak, dan anak – anakpun menyampaikan rasa senang bisa sekolah kembali,” kata Helmi.

Pada masa uji coba ini, para siswa tidak memakai seragam resmi. Pihaknya tidak ingin membebani orang tua karena dikhawatirkan terdapat seragam yang sudah tidak cukup ukurannya untuk dipakai.

“Dalam masa uji coba pembelajaran tatap muka sengaja siswa tidak memakai seragam resmi dikarenakan kitak tidak ingin membebani para orang tua murid mungkin dari sekian banyak siswa ada seragamnya yang sudah tidak muat dikarenakan anak-anak kurang beraktivitas,” kata Wabup.

Baca :   Selain Beri THR Sesuai SE, Perusahaan Wajib Patuhi Permenaker 6/2016

Wabup menegaskan, tidak ada penolakan baik dari orang tua siswa maupun anak-anak. Bahkan anak-anak sekolah menyambut antusias uji coba yang dilakukan oleh pihak sekolah. “Sampai saat ini tidak ada penolakan dari orang tua siswa anak anak sangat antusias menikmati proses uji coba pembelajaran ini,” pungkasnya.***Udg