Puluhan Orang Ngaku Kader Geruduk Sekretariat Golkar Indramayu, Usir dan Ancam Bakar Mobil Plt. Ketua

Dejurnal.com, Indramayu – Puluhan orang yang mengenakan atribut Partai Golkar menggeruduk Sekretariat DPD Golkar Indramayu saat Plt. Ketua Kusnadi akan menggelar rapat dan klarifikasi bersama Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar, Kamis (22/4/2021).

Suasana mendadak menjadi tegang, pasalnya rombongan yang datang mengenakan atribut logo pohon beringin tersebut memaksa Plt Ketua DPD Partai Golkar Indramayu untuk keluar dari Sekretariat Partai dimana acara konsolidasi tersebut berlangsung, bahkan sempat terdengar ancaman dari kader yang memprotes kegiatan tersebut untuk membakar mobil Plt. Kusnadi jika tidak segera meninggalkan kantor Golkar Indramayu.

Peristiwa tersebut bermula, saat Pengurus DPD Partai Golkar Indramayu, sedang menggelar acara Rapat Klarifikasi bersama Ketua PK SE-Kabupaten Indramayu, namun belum juga acara dibuka, suasana di ruangan Aula Sekretariat DPD Golkar Indramayu tersebut gaduh saat dua kader yang menamakan Ketua PK memprotes perihal kegiatan yang dianggap dihadiri oleh bukan kader partai, pasalnya mereka dengan lantang mengarahkan pertanyaan kepada Plt Ketua DPD Partai Golkar Kusnadi dengan nada yang keras jika diantara Ketua PK tersebut sudah keluar dan menjadi anggota partai lain.

Suasana ruangan pun tak terkendali, saat beberapa kader Partai Golkar meminta Plt Ketua Golkar Indramayu beserta peserta lainnya keluar dari ruangan dan menggagalkan acara silaturahmi dan klarifikasi yang sedianya ditutup dengan acara buka puasa bersama.

“Yang diundang adalah Ketua PK Partai Nasdem bukan Partai Golkar, pak jangan ngacak – ngacak Indramayu lebih baik pulang, pulang,” pekik salah satu kader Golkar Indramayu, Suhendrik, diikuti pengusiran Plt Kusnadi.

Saat Plt Ketua DPD Partai Golkar Indramayu dipaksa keluar dari kantor Sekretariat, tempat dimana ia menjalankan aktifitas organisasi, terdengar dua kader yang turut melakukan aksi protes tersebut lantang menyuarakan “pokoknya jangan pada pulang dulu, kalau tidak pulang bakar saja mobilnya, sudah bakar mobilnya kalau tidak pulang,” seloroh kader diikuti kader Golkar lainnya.

Bahkan, Suhendrik mengklaim 11 PK bentukan Plt. Ketua Arya Girinaya, seharusnya diundang pada kegiatan yang menamakan Plt Ketua DPD Golkar Indramayu Kusnadi dan Sekretaris Ahmad. Tetapi dalam konsedran dan diktum ke lima, seharusnya Plt saat ini dalam memecat atau mengganti Ketua PK harus seijin Ketua DPD tingkat 1 Jawa Barat, Ace Hasan Sadzili.

“Kita 11 PK ini sudah ber SK- kan oleh Plt Ketua Arya Girinaya dan Plt Sekretaris Hilal Hilmawan, kita memahami betul bahwa hukum tidak berlaku surut, berarti kebijakan yang sudah dibuat oleh Plt terdahulu tidak bisa digugurkan ketika Plt-nya baru,” terang Hendri di hadapan wartawan.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, Kusnadi, mengaku, mendapat ancaman yang luar biasa oleh kader yang tidak sepatutnya menjadi kader Golkar bahkan cenderung premanisme. Di mana, ia pengurus lain dipaksa keluar dari kantor Partai hanya karena persoalan yang seharusnya masalah tersebut akan diklarifikasi pada agenda pertemuan tersebut yakni menyangkut SK PK yang sudah habis masa jabatannya.

Menurutnya, sebagai kader partai yang baik, seharusnya cara cara premanisme tidak dilakukan dihadapan umum, tetapi persoalan tudingan beberapa ketua partai menjadi anggota partai lain disampaikan secara elegan.

“Saya ditunjuk Partai untuk menyelesaikan masalah tersebut dan pada pertemuan sebelumnya sudah dijelaskan, jika Plt Ketua DPD tidak berwenang untuk melakukan pergantian Ketua PK sebagaimana dalam ketentuan Juklak no. 2 DPP PG tahun 2020, BAB 14 tentang aturan peralihan ayat 151, lalu mereka mengklaim 11 Ketua PK bentukan Plt Ketua Giri,” terang Anggota DPRD Jabar ini.

Atas persoalan tersebut, pihak akan melaporkan kepada Ketua DPD Golkar Jabar, tentang upaya hukum yang akan ditempuh menyangkut perlakuan beberapa kader partai yang telah mencoreng nama baik dan martabat Partai.

“Saya belum bisa melakukan upaya hukum terhadap tindakan mereka yang sudah melampaui batas dan saya minta waktu untuk berkoordinasi dengan pimpinan,” terangnya.***Ihsan

Video Pilihan