Pasca Diberitakan, Ortu Siswa SDN Neglasari Mengaku Pihak Sekolah Langsung Bagikan Dana PIP

Foto : kemdikbud.go.id
Foto : kemdikbud.go.id

Dejurnal.com, Sukabumi – Pasca ramai diberitakan adanya keluhan dari orang tua siswa dan juga hasil penelusuran Laskar Siliwangi Indonesia (LSI) Kecamatan Kabandungan terkait adanya kartu PIP yang tidak diberikan oleh pihak sekolah.

Beredar kabar, pihak SD Negeri Neglasari tiba-tiba memanggil wali murid secara dadakan, bahkan terhitung hari ini Jumat (23/4/2021) ada 11 wali murid yang langsung dibagikan uang PIPnya.

Pengakuan itu datang dari beberapa wali murid SD NEGLASARI bahkan rekaman dialog para wali murid dengan pihak sekolah dan pihak bank penyalur pun ada tersimpan oleh para ibu-ibu orang tua wali murid.

“Pihak sekolah selain membagikan buku rekening PIP juga uangnya mereka pun mengundang untuk bermusyawarah di hari Senin (26/4/2021),” kata ibunya E dan Ibunya P serentak.

Baca :   Orang Tua Siswa Keluhkan Kartu PIP Tak Diberikan, Kepala SDN Neglasari Kabandungan : Ibu-Ibu Tak Sabar

Berkaitan hal itu, Ketua LSI Kabandungan, Sukandi mengutuk keras atas tindakan dugaan pelanggaran dan atau penyalahgunaan wewenang sehingga merugikan para wali murid yang seharusnya mereka mendaptkan uang PIP itu per tahun. Sesuai dari pada Pedum yang sudah ditentukan, selain itu juga pembodohan oleh oknum guru sekolah untuk mengelabui wali murid terkait anggaran PIP sehingga berakibat kerugiannya hak seseorang yang sudah dianggarkan oleh negara.

“Dengan kata lain jika ada penyalahgunaan wewenang maka patut diduga ada juga penyelewengan anggaran negara,” ujarnya.

Lanjut Sukandi, beberapa pengakuan yang di sampaikan oleh wali murid itu mereka merasa dibohongi selama ini kalau pun para wali murid ini tidak kritis dan mempertanyakan, mungkin uang haknya murid ini akan seperti apa.

Baca :   LSI DPAC Kabandungan Bantu Nenek Jompo Ma Iti

“Tentunya ini merupakan preseden buruk di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Sukabumi sendiri untuk lebih mengkaji atau mengevaluasi agar hal ini tidak terjadi di sekolah sekolah lainnya,” tandasnya.

Menurut Sukandi, ini fakta yang bisa jadi tolok ukur bagaimana selama ini yang terjadi bahkan ada hal yang lebih lucu kelakuan oknum tersebut yang terus mengelak, bahwa saudara anak saya juga dinyatakan tidak mendapatkan padahal saya sebagai wali murid sudah mengantongi data print out nya kalimat yang di sampaikan ibu E, dan merupakan sebagai penerima manfaat.

“Ini sesuatu hal tidak terpuji ketika para wali murid ini mendesak baru mereka berikan haknya kalau tidak, entahlah,” ujarnya.***Aldy/Budi