FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Dejurnal.com, Garut – Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) menuding potongan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar 2,5 persen yang dipotong langsung (payroll) di bank penyalur oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut adalah sunatan massal. Pasalnya, pemotongan zakat yang dilakukan Disdik tanpa sosialisasi ataupun pernyataan dari para guru yang mendapatkan TPG (muzakki)

“Itu dipastikan penyunatan dan saya sudah tanya hampir puluhan guru penerima TPG yang dipotong 2,5 persen tanpa diminta persetujuannya, dan seharusnya Disdik Garut ini mensosialisasikan terlebih dahulu kepada seluruh guru dengan menunjukan aturannya ini toh gitu, kan biar jelas dan paham semua guru tersebut,” tandas Ketua FPPG Asep Nurjaman, Kamis (29/4/2021).

Baca :   Pengawasan PSAT, DKP Garut Luncurkan Terobosan Baru Darling Waspadalah

Selain itu, lanjut Asep, FPPG pun menerima aduan dan keluh kesah dari beberapa guru, padahal pihaknya mengetahui bahwa potongan TPG ini sifatnya adalah himbaun.

“Tapi pada prakteknya, pemotongan ini dilakukan secara payroll (pemotongan langsung) seakan-akan sudah disepakati atau ada persetujuan dari para seluruh guru, ” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana mengaku belum tahu adanya riak yang terjadi atas potongan zakat TPG 2,5 persen di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten.

“Nanti akan saya tanya Kadisdisk,” ujarnya saat ditemui dejurnal di Pendopo.

Kendati demikian Sekda sepakat jika urusan pemotongan zakat ini harus ada persetujuan dulu dari pemberi zakat (muzakki). “Zakat ini kan bukan hal yang baru, kita di Pemda dulu juga demikian, memberikan persetujuan dulu sebelum terjadi pemotongan dengan sistem payroll,” pungkasnya.***Raesha

Baca :   Bubos 2021, Pemkab Garut Bagikan 4000 Paket Sembako