Bupati Bandung Bacakan Puisi “Aku” Chairil Anwar

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna membacakan puisi pada peringatan Hari Puisi Nasional 2021, di Gedong Budaya Sabilulungan, Rabu (28/4/2021) malam.
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna membacakan puisi pada peringatan Hari Puisi Nasional 2021, di Gedong Budaya Sabilulungan, Rabu (28/4/2021) malam.

Dejurnal.com, Bandung –

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang pun kan merayu
Tidak juga kau…

Demikian petikan puisi karya penyair “yang ingin hidup seribu tahun” dalam puisi Aku, tapi ternyata ia meninggal di usia muda. Puisi itu dibacakan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna pada Peringatan Hari Puisi Nasional 2021 yang digelar di Gedong Budaya Sabilulungan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (28/4/2021) malam. Beragam kreasi ditampilkan termasuk pembacaan puisi oleh sejumlah tokoh Kabupaten Bandung.

Sebelum membacakan puisi, Bupati Bandung mengucapkan rasa syukurnya dapat bersilaturahmi dengan seniman dan budayawan Kabupaten Bandung. “Dan ke depan siap mendukung kegiatan seni budaya di Kabupaten Bandung bersama seniman dan budayawan Kabupaten Bandung,” imbuh bupati.

Kemudian Dadang Supriatna membacakan puisi karya pujangga angkatan 45 Chairil Anwar berjudul Aku. “Ini puisi yang pernah saya bacakan saat di SMP,” ucap bupati sebelum membacakan puisi.

Lain halnya dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effend yang membacakan karya sastra penyair Reostam Effendi dari angkatan Pujangga Baru. Judulnya Kepada Yang Bergurau.

Roestam Effendi adalah kakek Dede Yusuf. Dia adalah pujangga kelahiran Padang, Sumatera Barat pada 13 Mei 1903. Karya terkenalnya adalah naskah drama berjudul Bebasari yang banyak mengupas patriotisme bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari cengkraman kolonial.

Saat belajar di Belanda, Roestam muda pernah terpilih jadi anggota Tweede Kamer, parlemen atau DPR-nya negeri Kincir Angin. Dialah satu-satunya orang Hindia Belanda (Indonesia) yang menjadi anggota parlemen di Belanda.

Roestam meninggal di Jakarta pada 24 Mei 1979 dalam usia 76 tahun. “Saya berharap Pak DS sebagai bupati baru akan memperbanyak acara-acara seperti ini,” ucap Dede.

Ia pun berpesan agar Gedong Sabilulungan harus diberdayakan. “ Gedung ini harus diberdayakan dan kegiatan seperti ini harus selalu digelar,” tandas Dede.

Acara bertajuk Sastra Agung Ramadhan tersebut digagas Lesbumi Kabupaten Bandung, Forum Sastra Kabupaten Bandung dan G2B (Gerakan Gawe Bedas), serta didukung oleh Warung Sastra Bandung, Teater Awal, para seniman budayawan Kabupaten Bandung dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung.***Sopandi