Korban Longsor Cilawu Tunggu Realisasi Relokasi

Dejurnal.com, Garut – Bencana longsor di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut beberapa waktu lalu, mengetuk simpati dan hati nurani para dermawan. Warga yang terkena dampak bencana longsor walau belum ada korban nyawa, hanya satu rumah, pos ronda, dan sarana MCK yang sudah tertimbun tanah longsoran.

Kondisi lokasi rawan longsor sudah terdeteksi sejak tahun 2015, dan di tahun 2021 ketika menjadi musibah pusat perhatian publik, pasalnya sekitar 119 KK yang bermukim di dua ke RW -an tersebut harus segera di relokasi mau tidak mau Pemda harus menyiapkan anggaran dan tempat relokasi bagi para korban longsor. Pemda Kabupaten Garut tidak hanya merelokasi saja disaat Pademi Covid -19, para pungsi harus mendapat perhatian serius tentang Protokol Kesehatan jangan sampai ada Cluster Baru.

Camat Cilawu Dra. Mekarwari M.Si saat di temui oleh Dejurnal.com di Posko Bencana Alam Longsor Kantor Desa Karyamekar mengatakan bahwa kronologis kejadian Jumat 12 Februari 2021 pukul 20.00 WIB, dengan bentangan panjang 500 meter kedalaman sekitar 50 meter, dengan taksiran kerugian sekitar Rp 4.750.000.000 saat ini di tempat pengungsian ada 394 jiwa, 119 KK, ada sekitar 76 Unit Rumah.

“Kejadian Bencana Alam Longsor yang memanjang sehingga mengakibatkan longsor yang terjadi di Kp. Cipager RT.02/ RW.04 dan Kp. Babakan Kawung RT 04/RW.02 di Desa Karyamekar, sehingga perlu adanya relokasi Rumah,” Jelasnya, Sabtu, (20/02/2021).

Sementara Menurut Sonjaya Kepala Desa Karyamekar memang benar Bupati Garut H. Rudy Gunawan SH., MH., MP., mengatakan Pemda terkait masalah relokasi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar, ada dua lokasi yang sementara Namun belum di sepakati. “Terkait masalah nanti warga yang terkena bencana ini selama hunian belum siap maka akan Menganti uang sewa rumah,” Tegasnya.

Ini salah satu kutipan pernyataan sikap Bupati Garut terkait warga yang rencananya akan di relokasi
“Sudah kita siapkan, ada anggaran kurang lebih Rp 8 miliar. Itu untuk relokasi korban ke tempat yang lebih aman,” ucap Rudy kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Dalam kesempatan yang sama nampak terlihat Ketua KNPI Kabupaten Garut dan Ormas XTC Indonesia serta Perwakilan Perusahaan PT. BIDURI NINGRAT ABADI, PT. INDRA BIDURI JAYA, CV. BIDURI PUTRA JAYA. Berbaur dan berbagi rasa menjadi satu dengan warga korban bencana longsor di tempat pengungsian. Tampak hadir pula Ketua Tagana, BPBD, Camat, dan Kepala Desa Karyamekar.

Menurut Gangan Khusnul Muamar
Ketua Ormas XTC Indonesia Kabupaten Garut, yang di damping Okke M. Hadits Ketua DPD KNPI Kab. Garu, dan Ochy Perwakilan dari Perusahaan Biduri mengatakan.
” Alhamdulillah hari ini kita bisa berbagi dengan korban bencana, ini merupakan kerjasama kita Ormas XTC Indonesia DPC Kabupaten Garut dengan KNPI Kabupaten Garut, bersama Perwakilan Perusahan Biduri. Kita berikan bantuan berupa uang untuk para korban ada sekitar 119 KK dan kita tidak hanya itu saja ada kegiatan lain nya yaitu trauma hearing bagi para korban, sehingga mereka tetap semangat “. Ujarnya.

Ketua KNPI Kabupaten Garut dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu korban bencana.

“Saya selaku ketua KNPI Kab. Garut dalam kesempatan ini, mengucapkan terima kasih banyak kepada Ormas XTC Indonesia dan Perusahan Biduri, dan para pihak yang telah andil memberikan bantuan, atas kepedulian yang luar biasa terhadap sesama warga Kabupaten Garut, mereka saudara kita yang saat ini butuh bantuan dan pertolongan kita, saya berharap juga kepada pihak Pemda Garut agar senantiasa memperhatikan para pengungsi dalam situasi bencana Protokol Kesehatan sehingga tidak ada Cluster Baru,” pungkasnya.***Yohaness