Terima 7.560 Vial Vaksin, Kadinkes : Divaksin Usia 18-59 Tahun dan Tidak Sedang Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami.

Dejurnal.com. Bandung – Kepala Dinas Kedehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami mengatakan, syarat pemberian vaksin, antara lain berusia 18 sampai 59 tahun, tidak sedang sakit, hamil atau menyusui, dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Hal itu disampaikan Grace saat launching vaksinasi covid-19 yang digelar di RS Unggul Karsa Medika (UKM) Kecamatan Margaasih, Kamis (14/1/2021).

Dalam kesempatan itu Kadinkes menyampaikan, Kabupaten Bandung telah menerima kuota sebanyak 7.560 vial vaksin. Vaksinasi covid-19 di Kabupaten Bandung dilakukan mulai Kamis (14/1/2021) hingga bulan Maret 2022.

Grace menjelaskan, kuota vaksin fase pertama ditujukan bagi 3.780 tenaga kesehatan. Pemberian vaksin dilakukan dalam dua tahap, dengan jarak perlakuan 14 hingga 28 hari. Pada kegiatan launching di Kabupaten Bandung, kata Kadinkes, vaksin diberikan kepada 10 peserta terpilih.

“Vaksinasi secara serentak dilakukan di 7 kabupaten kota di Jawa Barat. Ini kami lakukan sesuai edaran dari Mendagri, bahwa 10 tokoh ini yang akan menjadi panutan. Sehingga masyarakat bisa yakin, tidak takut dan ragu akan keamanan vaksin, karena sudah teruji,” kata Grace.

“Setelah melakukan pendaftaran melalui aplikasi Pedulilindungi.id, kesepuluh peserta tersebut harus melalui beberapa tahapan. Yaitu registrasi dan verifikasi dengan menunjukkan identitas diri,” jelasnya.

Kemudian petugas akan melakukan pemerksaan fisik sederhana, untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kemungkinan penyakit penyerta atau komorbid. Setelah lolos, barulah peserta bisa menerima vaksin ini.

“Dari 10 undangan terpilih di Kabupaten Bandung, hanya dua yang lolos. Padahal sebelumnya delapan undangan lainnya dalam kondisi sehat. Namun dalam screening ini, umumnya tekanan darah mereka naik. Jadi kami membatalkan kepesertaan mereka, ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah,” jelas Kadinkes.

Setelah menerima vaksin, lanjutnya, petugas akan mencatat hasil vaksinasi dan akan mengobservasi selama 30 menit. Hal itu dilakukan untuk memonitor kemungkinan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI), setelah selesai peserta akan diberikan kartu vaksinasi.

“Alhamdulillah pelaksanaan hari ini tidak ada kendala, hanya dari proses screening. Untuk itu kami menyarankan kepada para peserta, agar sebelumnya beristirahat cukup dan menenangkan diri. Jangan lupa sarapan dahulu,” tambahnya pula.

Sementara terkait tata laksana vaksinasi di puskesmas, pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui video conference. “Untuk puskesmas, besok akan kami berikan tata laksana dari pengalaman hari ini melalui zoom. Kemudian besoknya lagi, akan kami distribusikan vaksin tersebut,” terang Grace Mediana.

Menurut Grace, belum didistribusikannya vaksin untuk masing-masing puskesmas, karena belum bisa dipastikan berapa jumlah sasaran yang terundang dari masing-masing lokasi. Vaksin baru akan didistribusikan setelah ada kepastian jumlah yang diundang.***Sopandi