Paslon NU : Penguatan di Skala Keluarga Bisa Minimalisir Penyebaran Covid-19

Dejurnal.com, Bandung –
Covid-19 melanda dunia, bukan hanya Indonèsia, termasuk Kabupaten Bandung. Strategi Penanganannya menjadi salah satu tema di samping penanganan narkoba pada debat publik ketiga atau terakhir paslon Bupati – Wakil Bupati Bandung 2020.

Menurut Paslon Kurnia Agustina – Usman Sayogi (NU) nomor urut 1, penguatan di skala keluarga bisa meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurut Kurnia Agustina atau yang akrab disap Teh Nia, penekanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus di keluarga.

“Ada empat hal yang harus ditekankan di skala penguatan keluarga. Pertama, pakai masker, mencuci tangan pakai sabung, jaga jarak dan meningkatkan iman serta imun,” ujar Teh Nia dalam debat publik yang disiarkan secara streaming di channel You Tube Kompas TV Jawa Barat, Sabtu 28 November 2020.

Kemudian penekanan aspek secara luas, lanjut dia, yaitu program swab test di Puskesmas dan RSUD. Selain itu juga membuat kebijakan new normal adaptai di sejumlah pusat keramaian, seperti mall, pasar, dan yang lainnya. “Mudah-mudahan semua bisa bersatu,” kata dia.

Teh Nia menyebutkan, banyak pihak yang menaruh harapan untuk mengentaskan masalah Covid-19. Ia menuturkan, jauh-jauh hari ia sempat bekerjasama dengan LSM Save The Children dengan program selaras, berdampak, dan luar biasa.

“Dalam kegiatannya ini sangat sederhana. Salah satunyta cuci tangan pakai sabun bagi tenaga medis. Ini juga salah satu pembuktian bahwa cortona ada di sekitar kita,” kata dia.

Pemkab Bandung sendiri, ujar dia, sudah membuat aplikasi SAWARNA. Aplikasi ini bisa diakses oleh siapapun. Aplikasi terssebut mematakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung. Sehingga masyarakat bisa melakukan pelacakan.

“Tinggal kita buka aplikasi SAWARNA. Kalau ada kasus cari kecamatan mana? setelah ketemu, ada di desa mana? ada 270 desa dan 10 kelurahan. Lalu cari lagi, ini yang kena di RW berapa. Setelah itu cari lagi, RT mana dan keluarga mana?,” kata Teh Nia seraya mengajak seluruh masyarakat bersatu padu. Karena dengan adanya aplikasi itu, ada kesempatan dari diri sendiri untuk berbuat. ***di