Abdul Hadi : Hari Pahlawan, Momentum Pelurusan Sejarah Peristiwa 10 November 1945

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc

Dejurnal.com, Bandung – Fakta berbicara banyak pihak berjuang namun tidak terpublikasikan jasa kepahlawanannya dan banyak orang yang wafat di medan perjuangan tanpa diketahui namanya, namun yakin bahwa tidak akan ada yang salah dalam penilaian Yang Maha Kuasa dan tidak akan ada salah terhadap pembalasan jasa mereka oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Pahlawan adalah mereka yang menorehkan tinta emas perjuangan tapi tidak bimbang berada di belakang tanpa pengakuan,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc kepada dejurnal.com, Senin (10/11/2020).

Dalam momen Hari Pahlawan tahun 2020 ini, lanjutnya, setelah empat tahun diresmikannya Hari Santri Nasional, pihaknya berkeinginan untuk membuka fakta-fakta sejarah yang selama ini tidak banyak diketahui oleh publik dan belum dijadikan bahan pelajaran atau masuk kurikulum terutama tentang peristiwa 10 November 1945 di Surabaya yang dijadikan sebagai Hari Pahlawan.

“Fakta sejarah menyatakan bahwa terjadinya peristiwa 10 November, itu dicanangkannya jihad oleh Kyai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari, Hadratus Syekh pendiri Nahdlatul Ulama waktu itu, dan inilah yang menjadi semacam motivasi utama para santri dan rakyat bergerak bertempur melawan Inggris dan sekutu yang dibonceng Belanda untuk kembali menjajah kita,” ungkap legislator dari PKS yang lebih dikenal dengan panggilan Ahad.

Ia berharap dalam momen hari pahlawan ini, ada upaya dari pemerintah secara sistematis dan tegas melakukan langkah konkrit dalam memperbaiki pelurusan sejarah melalui materi pernyataan dan masuk ke dalam kurikulum untuk menjadi bahan ajar siswa.

“Mumpung para narasumber sebagai pelaku sejarahnya masih hidup dan masih bisa bercerita, walaupun sudah sepuh namun masih bersemangat dan ingat atas peristiwa yang sekarang kita peringati sebagai hari pahlawan,” tandasnya.

Ahad pun menegaskan, momen hari pahlawan ini untuk dijadikan landasan pelurusan sejarah dimana peristiwa 10 November 1945 begitu banyak menyertakan para pihak dan ada yang gugur tanpa diketahui.

“Dan fakta sejarah yang tak terbantahkan, secara sentral pihak yang terlibat dalam peristiwa 10 Nopember terbanyak ialah santri dan kaum ulama,” pungkasnya.***Raesha