Pedagang Akan Tempati Kembali Pasar Legi, Minta Pemkab Ponorogo Mengaturnya

deJurnal.Com, Ponorogo – Gayung bersambut, akibat kebakaran Pasar Legi Ponorogo beberapa tahun lalu pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI langsung menyetujui usulan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni untuk membangun kembali Pasar Legi Ponorogo. Proyek Pasar Legi Ponorogo merupakan proyek Pemerintah bernilai Rp 133 miliar dilaksanakan oleh PT. Adi Persada Gedung, adapun progres pengerjaannya saat ini sudah mencapai 50 persen lebih.

Project Manager PT Adi Persada Gedung (PT. APG) Agung Dwi Mulyana menjelaskan pembangunan secara fisik rencananya akan selesai pada bulan Desember nanti. “Namun, jika sudah selesai membutuhkan waktu dua bulan, yakni sekitar bulan Februari 2021 untuk bisa dioperasikan,” ujar Agung Dwi Mulya.

Lantas Agung menyebut selama pembangunan Pasar Legi ini tidak menemui kendala yang berarti. Permasalahan dalam proyek pembangunan ada, tetapi secara teknis bisa diselesaikan. “Semoga pembangunan lancar sampai Desember, sehingga 100 persen selesai fisiknya tanpa kendala yang berarti,” tambahnya.

Menurutnya, gedung bangunan baru pasar tradisional kebanggaan Ponorogo ini memang sangat besar, megah tapi ramah lingkungan. Sistem ventilasi dari lantai ke lantai menurutnya sangat bagus. 

Saat mendampingi Komisi V DPR RI yang meninjau pembangunan Pasar Legi beberapa waktu lalu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mangaku suhu di dalam gedung tidak gerah meski tidak menggunakan penyejuk ruangan atau AC (Air Conditioner). Penerangan juga cukup baik, cahaya mudah masuk ke sisi dalam gedung.

Selain itu, menurut Ipong konsep bangunan cukup apik. “Yaitu sudah tertata bentuk bangunan dan kios sesuai jenis barang dagangannya. Seperti pedagang produk basah ada di lantai bawah, produk kering di atas dan paling atas adalah untuk pedagang kuliner. Bahkan, untuk pedagang yang datangnya tengah malam juga sudah tersedia. Sehingga, pasar bisa beroperasi selama 24 jam penuh,” tambah Ipong saat itu.

Lebih lanjut dia bagian paling atas bisa dijadikan tempat nongkrong dengan beberapa kafe atau angkringan dengan gaya Ponoragan. Hal ini didukung oleh bagian gedung yang dibuat seperti jalan melingkar di atas bangunan. “Terdapat beberapa eskalator dan satu buah lift untuk pengunjung yang akan naik turun dari satu lantai ke lantai lainnya,” paparnya.

Terpisah Yati salah satu pedagang Pasar Lanang (Pasar Legi Selatan) mengaku sangat senang dengan rencana Bupati Ipong Muchlissoni beberapa bulan lalu terkait rencana pemindahan seluruh pedagang di Pasar Lanang ke Pasar Legi Ponorogo. 

Lebih lanjut Yati ditemui Selasa (6/10/2010) sangat berharap agar Pemkab Ponorogo mengatur para pedagang agar semua bisa menerima keputusan tersebut serta kesejahteraanya semakin meningkat. “Saya sangat senang sekali dipindahkan ke Pasar Legi, tapi tolong nanti diatur, misalnya lantai 4 kain ya kain semuanya, sehingga tidak menimbulkan keirian,” aku Yati diamini beberapa pedagang lainnya. (Muh Nurcholis)