Kagud Bulog Garut Tegaskan Beras Program BSB Kualitas Medium, Jangan Sandingkan Dengan Premium

Dejurnal.com, Garut – Banyaknya suara sumbang terhadap beras Perum Bulog dalam program Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) membuat Kepala Gudang (Kagud) Bulog, Garut, turun ke lapangan dan mengecek langsung kepada para KPM untuk melakukan testimoni terkait beras yang diterima.

“Ini salah satu testimoni yang sudah saya lakukan,” ujar Kagud Bulog Garut sambil menunjukan sebuah testimoni salah satu warga penerima bantuan BSB kepada dejurnal.com saat ditemui di rumah dinasnya, Senin (5/10/2020).

Lebih lanjut Kagud memaparkan bahwa beras yang keluar dari Gudang Bulog Garut adalah jenis medium dan sudah memenuhi ketentuan untuk didistribusikan. “Mengenai kualitas saya rasa itu sudah sesuai, adapun ada sebagian beras yang rusak atau berubah, itu kondisional karena dari tahun 2019 beras ngendap di Gudang,” Jelasnya.

Kagud pun menandaskan bahwa beras yang diberikan kepada KPM PKH itu beras cadangan pemerintah (BCP) tahun 2018 dan 2019 dengan kualitas medium. “Jadi jangan dibandingkan dengan beras jenis premium, tentu saja itu berbeda,” tukasnya.

Penyaluran BCP, lanjut Kagud, itu instruksi dari pusat untuk menghabiskan stock beras cadangan pemerintah. “Bagi saya instruksi ini yaa sedap sedap pedas,” selorohnya.

Kendati demikian, Kagud siap menerima pemulangan beras yang dianggap tidak layak dengan mekanisme yang telah diatur sesuai dengan ketentuan sekarang, dimana jika menyangkut kuantitas maka tanggungjawabnya ada di BGR selaku pihak pendistribusi beras.

“Saat ini Bulog tidak ikut serta dalam pendistribusian beras, namun oleh pihak mitra yaitu BGR, sementara untuk kualitas.. ya pihak kami yang bertanggung jawab,” tandasnya.

Untuk mekanisme retur (pemulangan) beras, Kagud menjelaskan bahwa KPM PKH melaporkan kepada pendamping desa atau ketua kelompok, untuk kemudian diteruskan ke Korcam dan selanjutnya ke Korkab.

“Adapun jika ada KPM yang mendapatkan kuantitas beras dalam karung dengan selisih beberapa gram, itu bukan berarti kurang namun mekanisme timbang yang dilakukan di gudang itu bukan per karung namun per lima karung, jadi mohon dimaklumi jika ada selisih, kecuali jika selisihnya sampai satu kilo dari per karung itu baru kami bertanggung jawab,” paparnya.

Kagud pun berharap kepada semua pihak untuk objektif dalam menilai kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan kepada warga KPM PKH dalam program BSB karena tidak mungkin disandingkan dengan beras premium dan notabene hasil produksi sekarang.

“Sekali lagi saya tegaskan, beras yang disalurkan di program BSB itu kualitas medium, beras cadangan pemerintah tahun 2018 dan 2019 serta itu instruksi pusat,” pungkasnya.***Raesha/Zul