Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-2O, Momen Stadion Si Jalak Harupat Dikenal Dunia

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dr. Marlan Nirsyamsu (kiri), dan Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan, Marlan, S.Ip (tengah) menjasi nara sumber acara Ngawangkong Bari Ngopi,di Taman Anak Komplek Pemda Bandung, Jum'at (16/10). Foto Sopandi.

dejurnal.com, Bandung – Ditunjuknya Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu dari enam venue di Indonesia untuk menggelar Piala Dunia U-20 tahun 2021, menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Marlan, S.Ip, bukan lah berapa banyak yang akan dihasilkan oleh Kabupaten Bandung, tetapi perhelatan internasional ini akan mempromosikan potensi Kabupaten Bandung baik UMKM maupun pariwisatanya.

Untuk itu, Stadion Si Jalak Harupat terus berbenah, hingga saat ini persiapannya sudah 80 persen, sedangkan untuk kekurangannya ditargetkan selesai tahun depan.

“Untuk kesiapan menjelang Piala Dunia U 20, dari sisi infrastruktur sudah mencapai 80 persen.” kata Marlan, S.Ip disela acara Ngawangkong Bari Ngopi di kawasan Taman Anak Kompleks Pemkab Bandung di Soreang, Jum’at (16/10/2020).

Marlan menambahkan, untiuk kekurangan fasilitas seperti penambahan kapasitas lampu, sound sistem, dan perbaikan kursi serta perbaikan Infrastrur di kawasan areal stadion diselesaikan tahun ini.

Dijelaskan Marlan, pihaknya juga akan menambah fasilitas digital IT, seperti videotron, perimeter untuk iklan dan dan video asisten refree atau VAR, termasuk lintasan yang harus memakai bahan sintetis, sebab ini menjadi persyaratan FIFA.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Dr. Marlan yang juga jadi nara sumber pada acara Ngawangkong Bari Ngopi menyampaikan hal senada dengan Marlan Asisten Ekjah.

Kata Dr. Marlan Nirsyamsu, kapasitas lampu stadion Si Jalak Harupat saat ini 2000 lux. Sedangkan standar FIFA munimal 2500 lux, sehingga harus ditambah 500 lux lagi. Demikian pun untuk sound sistem harus ditambah dayanya.

Untuk persiapan tersebut, Pemkab Bandung tahun ini mengeluarkan anggaran Rp 27 miliar. Kata dua Marlan, Pemkab Bandung sudah siap, sampai memikirkan bagaimana mobilisasi penonton, termasuk juga perawatan fasilitas stadion pasca event tersebut selesai digelar.

Selain diharap dapat dapat mendongkrak ekonomi dan pariwisata, lanjut Marlan, tentu dari perhelatan ini efeknya merangsang talenta pesepak bola muda untuk lebih meningkatkan prestasi.

Untuk memenuhi harapan tersebut, Marlan Nirsyamsu berpesan agar Kabupaten Bandung jadi tuan rumah yang baik sebagai bagian dari promosi daerah dan Indonesia untuk dunia internasional.*** Sopandi