Guru SMAN1 Pacet Diduga Arogan Hadapi Wartawan Terkait DAK 2020

dejurnal.com, Cianjur – “Jadwal kami padat dan Kami tidak ada kewajiban menjelaskan ini kepada wartawan”.

Pernyataan multi tafsir itu terlontar dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Sapras SMAN 1 Pacet, Sumi, sekaligus Ketua Penetapan Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) tahun 2020, ketika diminta waktu untuk mendapatkan informasi terkait pembangunan DAK fisik SMAN 1 Pacet.

Sumi Selaku P2S terkesan enggan menjelaskan seputar perihal pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Rp 471.260.000 dan Rehabilitasi Ruang Kelas (RRK) Rp 518.360.000, dengan nomor kontrak 978.3/4530-Set.Disdik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan SMA Tahun 2020.

Saat diminta informasi terkait susunan Penetapan Panitia Pembangunan RKB dan Rehabilitasi RKK Sekolah serta Rekapitulasi RAB, lagi-lagi Sumi pun enggan menjelaskan.

“Itu semua ada di Bendahara, kebetulan Bendahara tidak ada di tempat,” kilah Sumi.

Dengan tegas Sumi selaku Ketua P2S SMAN 1 Pacet mengatakan bahwa pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi ruang kelas (RKK) itu diborongkan.

“Apa lembaga bapak ada semacam “anu apa” dengan kami sebelumnya, hingga mempertanyakan ini semua,” pungkas Sumi balik bertanya dengan sedikit kaku.

Keterangan Sumi selaku Ketua P2S SMAN 1 Pacet mempertanyakan hal yang sudah jelas di Undang-Undang No 40 Tahun 1999 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, membuat dejurnal.com penasaran untuk minta pandangan dan tanggapan kepada Kepala Seksi Pengawasan KCD Wilayah VI Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kepala Seksi Pengawasan KCD Wilayah VI Dinas Pendidikan Jawa Barat, Fandi Aditya Fardani, mengaku jika pihaknya tidak pernah memberikan arahan tidak baik kepada para guru ketika menghadapi awak media yang melakukan kegiatan jurnalistiknya.

“Instansitidak mentolerir jika para guru bersikap arogan saat berinteraksi dengan rekan jurnalis, ujarnya.

Fandi menandaskan bahwa Dinas Pendidikan juga mau mempromosikan pendidikan.

“Kita welcome saja kok kepada para jurnalis. Nanti saya akan kontak kepada Kepala Sekolahnya,” tukasnya.***(Ry/Hers/Chand)”