Dadang M Naser : Melalui HUT Golkar Evaluasi Kekurangan dan Kelebihan

dejurnal.com, Bandung – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan,
pelaksanaan HUT Golkar yang ke-56 tahun 2020 ini dilaksanakan secara sederhana, karena dalam adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi covid-19.

Namun demikian, kata Dadang tidak mengurangi makna dari HUT Golkar. Para kader Partai Golkar secara nasional sudah melaksanakan tasyakuran HUT ke-56 Partai Golkar melalui virtual.

Bersamaan dengan itu, di masing-masing Sekretariat DPD Partai Golkar secara nasional sudah melaksanakan potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.
Ia berharap melalui Hari Jadi ke-56 Partai Golkar terus melakukan evaluasi.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan pun tak segebyar seperti tahun-tahun lalu, yaitu dengan menggelar berbagai even bhakti sosial, pertandingan olahraga, gelar budaya dan lain-lain.

“Untuk tahun ini kita sama-sama prihatin dan aktivitas kegiatan pun dibatasi oleh AKB (adaptasi kebiasaan baru),” kata Dadang kepada wartawan di sela-sela pertemuan silaturahmi dengan para mantan kepala desa dari perwakilan sejumlah kecamatan di sebuah vila di Jalan Cijapati Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung, Kamis (22/10/2020).

Namun demikian, imbuh Dadang, dalam pelaksanaan menyambung HUT Partai Golkar itu tak mengurangi makna, karena seluruh jajaran serta kader Partai Golkar untuk tetap solid di semua kabupaten dan kota serta provinsi di Indonesia.
“Tahun ini, kita berfokus dulu pada pemenangan Pilkada. Termasuk di Jabar, ada delapan daerah yang melaksanakan Pilkada, yaitu pemilhan bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota.

Termasuk di Banten ada empat daerah yang melaksanakan Pilkada,” katanya.

Targetnya, lanjut Dadang, apa yang menjadi harapan DPD Partai Golkar Jabar maupun DPP Partai Golkar tercapai. Ia pun mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada Bandung, ada kader Partai Golkar yang hengkang. “Sebenarnya, aturan main di Partai Golkar sudah jelas, menentukan seorang (bakal calon) Bupati dan Wakil Bupati itu melalui proses survei yang dilakukan DPP Partai Golkar secara obyek berdasarkan pada kapasitas, kualitas dan daya dukung melalui survei tersebut,” ungkapnya.

Karena dalam kondisi Covid-19, Dadang mengatakan, DPD Partai Golkar Jabar juga turut melakukan pendampingan pelaksanaan survei tersebut. “Dari hasil survei itu, jatuh kepada Teh Nia (Hj. Kurnia Agustina),” katanya.

Ia mengatakan, setelah melewati tiga kali survei, Teh Nia memiliki potensi yang cukup bagus dan mengalahkan kandidat lainnya. “DPP Partai Golkar melakukan survei dua kali dan DPD Partai Golkar Jabar satu kali survei,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari hasil survei itu, pemenang pertama Teh Nia nilainya 31 dan pemenang kedua H. Gun Gun Gunawan nilainya 26 dan lainnya di bawah.

Lebih lanjut Dadang menuturkan, dalam menghadapi Pilkada Bandung, konsepnya dalam kondisi pandemi Covid-19 akan melakukan pendekatan silaturahmi dengan berbagai kalangan.

“Termasuk hari ini melakukan silaturahmi dengan para mantan kades yang pernah berjasa di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ia mengatakan, para mantan kepala desa dan tokoh masyarakat di desa itu berasal dari berbagai perwakilan kecamatan di Kabupaten Bandung. “Diharapkan mereka bisa memberikan informasi ke teman-teman lainnya, ketika kita melakukan road show ke lapangan,” katanya.

Menurutnya, pertemuan dengan para mantan kepala desa itu merupakan inisiatif mereka untuk bertemu dengan Tim dari Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Hj. Kurnia Agutina dan H. Usman Sayogi (NU Pasti Sabilulungan).

“Pak Obar sendiri bagian dari pembina tim pemenangan NU Pasti Sabilulungan,” ujarnya.

Ia juga melalui Hari Jadi Partai Golkar ini, pihaknya mengajak kepada para kader untuk sama-sama mengevaluai kelebihan dan kekurangan Partai Berlambang Pohon Beringin tersebut.

“Kelebihannya apa kita bina dan kita gali nilai-nilai yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat. Kita berbuat untuk masyarakat,” katanya.

Ia pun berharap dalam menghadapi Pilkada Bandung, para kader Partai Golkar tidak terbelah. Dadang berharap, para kader Partai Golkar tetap solid dalam menghadapi Pilkada Bandung pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Selama ini saya mohon maaf kepada seluruh kader (Partai Golkar), pada saat survei dilakukan, saya tidak pernah melakukan pendekatan kepada struktur partai.

“Hal itu untuk menghindari penilaian subyektif mengingat saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung dan sekaligus suami dari Teh Nia. Supaya penilaiannya dan hasil survei benar-benar obyektif,” pungkasnya.***Sopandi