Banjir Bandang Terjang Tiga Dusun Di Ciparay, Diduga Drainase Kurang Baik

Kalak BPBD Kabupaten Bandung, H. Ahmad Djohara sedang menunjukan alat penditeksi gempa dan cuaca.
Kalak BPBD Kabupaten Bandung, H. Ahmad.Djohara sedang menunjukan alat penditeksi gempa dan cuaca.

Dejurnal.com, Bandung – Sejumlah pemukiman terendam banjir bandang yang melanda ke Komplek Kodiklat, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay Sabtu (23/10/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, H. Ahmad Djohara saat ditemui di kantornya, di Soreang, Senin (27/10), banjir bandang itu diduga karena curah hujan besar sedangkan secara teknik drinase kurang baik.

“Tidak sekedar air yang menggenangi rumah warga sampai ketinggian 50 centimeter, tapi lumpur setebal hampir 40 centimerer,” kata Kalak yang akrab disebut Adjo.

Ia menambahkan, ada tiga dusun, 152 keluarga, atau 462 jiwa yang terdampak banjir bandang tersebut. “Wilayah yang terdampak anjir bandang yaitu di dusun Cinangka, Dusun Cikopo serta Dusun Karasak,” terangnya.

Beruntung banjir bandang tersebut tidak menyebabkab korban jiwa, namun Adjo menghimbau kepada warga agar waspada menghadapi musim hujan.

Saat itu juga BPBD menurunkan petugas untuk menanggulangi pasca banjir bandang reda, setelah BPBD melakukan koordinasi dengan assessment dan aparat desa sarta menyampaikan himbauan kepada warga setempat tempat supaya selalu taat kepada peraturan, jangan membuah sampah sembarangan.

Hari Senin ini, BPBD Kabupaten mengirimkan lagi empat petugas dan bantuan sajumlah perkakas cangkul, singkup dan perkakas lainnya untuk membersihkan sisa banjir. *** Sopandi