Yosep Nugraha : GBS Bisa Dijadikan Studio Apresiatif

Dejurnal.com, Bandung – Forum Film Bandung (FFB) rencananya akan melangsungkan acara Penghargaan Terpuji FFB pada Bulan Oktober 2020 di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Yosep Nugraha menyambut baik kegiatan tersebut.

Sehubungan dengan itu, Disparbud juga menggelar Festival Sabilulungan Ekonomi Kreatif Fair (Sabekraf) 2020, di kawasan Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu-Minggu (19-20/9/2020), dimana temanya digitalisasi dan movie.

“Ini bisa menjadi motivasi bagi kaum muda. Jika melihat sejarah film pertama d Indonesia itu Lutung Kasarung yang diproduksi Bupati Bandung Wiranatakusumah IV. Rencana tahun depan kita buat film. Dengan FFB akan kita bangun kerjasama promosi film lokal,” kata Yosep ketika dihubungi seusai jadi nara sumber acara Ngawangkong Bari Ngopi di Halaman Kantor Disparbud setempat, Jum’at (18/9).

Di tahun 2021 nanti, kata Yosep demgan komunitas perfilman itu Disparbud akan memproduksi fim-film lokal yang bersubstansi sosial edukasi bagi masyarkat sekaligus juga menjadi hiburan bagi masyarajat. “Kita ingin mendekatkan film dengan masyarakat, mendekatkan
Keartisan dengan masyarajat. Jadi artis itu tidak selalu harus terkesan gkamor, jauh, populer. Artis ada di swkitar kita. Bahkan kita sendiri pun bisa menjadi artis tetapi dalam film-film yang terbatas dalam setingan lokal Kabupaten Bandung, ” kata Yosep.

Sabekraf 2020

Ia menambahkan, untuk memberikan apresiasi Gedong Budaya Sabulungan menurutnya bisa dijadikan studio apresiatif, jadi tempat pemutaran film secara reguler demgan tema-tema tertentu. ” Mungkin secara kesejarahan film yang dibuat pertama Lutung.Kasarung oleh bubati Wiranatakusukah IV. Mulai dari sinilah kemudian kreativitas hasil film bisa dinikmati masyarakat dan anak muda.kita,”

Sabekraf , event tahunan Kabupaten Bandung ini memang tidak hilang , dan tak mudah di masa Pandemi,. Namun kata Yosep selama disiplin menerapkan protokol kesehatan.jangan ditakuti.

Dalam tahun ini akan diselenggarakan dua hari. “Biasanya diselenggarakan tiga hari, namun karena dalam keadaan pandemi, mangka menjadi dua hari.***Sopandi