Warga Desa Ciwareng Dukung Program Pemerintah Alih Pungsi Lahan Menjadi Lebih Produktif

dejurnal.com,Purwakarta – Lahan warga Desa Ciwareng yang terletak di Kecamatan Babakan cikao Kabupaten Purwakarta yang sebelumnya di anggap kurang produktif kini berubah menjadi lahan lebih produktif dan bisa di manfaatkan oleh pemilik lahan setelah kondisi tanah yang dulu nya kurang  menghasilkan  kini sudah bisa di manfaatkan untuk lahan pertanian

 Lokasi lahan tersebut yakni milik Bapak Apin dan Ibu Yati di Rt : 04/03 hanyalah hamparan tumbuhan yang rindang. Bahkan tak ada yang dapat memasuki kawasan tersebut kecuali pekerja kebun.

Setelah Majid bersama Yanto berkiprah menjadi pelaksana di lapangan di lahan milik Bapak Apin dan Ibu Yati Desa Ciwareng berikut dengan masyarakat Desa Ciwareng khusus nya, bersepakat ingin mewujudkan hal tersebut. Maka kebun yang tadi nya hamparan kebun bambu kini sudah tampak layak untuk di jadikan pertanian yang bisa mendorong roda ekonomi masyarakat Desa Ciwareng,Menurut Yanto saat di temui awak media dejurnal.com di lokasi pekerjaan, Sabtu ( 19/09/2020 ).

Usai melaksanakan pekerjaan,Yanto dan Majid telah menyiapkan berbagai kebutuhan yang akan di gunakan untuk pelaksanaan pekerjaan yang bermanfaat untuk masyarakat Desa Ciwareng apabila pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung telah selesai.

Selain itu, Yanto selaku sesepuh Di Desa Ciwareng beserta masyarakat Desa Ciwareng, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta membantu untuk mewujudkan cita cita tersebut demi kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Desa Ciwareng agar roda ekonomi masyarakat di Desa Ciwareng dapat mendongkrak perekonomian,sehingga kedepan ekonomi masyarakat bisa sejahtera.

“Kami bertujuan dan memiliki komitmen untuk terus meningkatkan  perekonomian di berbagai wilayah baik untuk masyarakat di Desa Ciwareng maupun di kecamatan  dan  Kabupaten Purwakarta” ucapnya

” ketika pelaksanaan yang saat ini sedang kami kerjakan,ke depan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dengan menjadikan lahan yang tidak produktif menjadi lahan produktif” pungkasnya***budi.