SMK Ternama di Cianjur Diduga Gunakan Data Siswa Fiktif Untuk Pencairan Dana Bos

Dejurnal.com, Cianjur – Fenomena pencairan dana BOS rupanya masih ditemukan sejumlah keganjilan. Salahsatunya dengan cara menggunakan data yang diduga tidak valid atau patut ditengarai fiktip.

Salahsatunya SMK ternama di pusat Kota Tauco Cianjur yang memanfaatkan data siswa dari SMK kota lain untuk memuluskan pencairan dana bos.
Dalam data pokok pendidikan terbaru diketahui SMK asal Cianjur itu tercatat 366 siswa dengan rincian 72 laki-laki dan 294 perempuan. Lalu terdapat 15 ruang kelas dengan tambahan satu ruangan laboratorium dan perpustakaan. Celakanya data tersebut bukan merupakan riil karena sejatinya data lapangan hanya 141 siswa dan sisanya berasal dari siswa yang berada di sekolah lain beda wilayah.

“Memang betul data siswa tidak semua ada di sini tapi sebagian besar dari SMK AN yang berada di Kabupaten Bandung Barat yang menginduk kesini, ” ujar operator sekolah berinisial MNA mewakili Kepala Sekolah saat diwawancarai dejurnal.com di ruang kerjanya.

Terkait dengan aturan yang membolehkan adanya hal tersebut, MNA meminta awak media agar bertanya kepada DEM Mantan Kepala Sekolah yang menguruskan segala sesuatunya mengingat Kepsek yang baru jabatan saat ini tidak mengetahui.
Berdasarkan keterangan DEM diketahui jika pihaknya melakukan hal tersebut karena mendapatkan angin segar dari pejabat dinas.

DEM berdalih jika rekomendasi dari pejabat itu sebagai ijin di bolehkannya kerjasama dengan sekolah lain walaupun beda wilayah sehingga menolak dikatakan Fiktif.

“Kalau untuk kerjasama dengan SMK AN itu karena kita sudah mendapatkan persetujuannya dari pejabat Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wilayah VI baik yang dulu maupun yang sekarang,” dalihnya.

Ketika di kroscek terkait hal itu, Kepala KCD Disdik Jabar Wilayah VI Esther Miory menolak berkomentar terkait kerjasama untuk penggabungan siswa dari dua sekolah berbeda wilayah. Dengan beralasan sedang menghadiri kegiatan rapat koordinasi di instansinya.

“Saya lg rakor. Inimah ranahnya Disdik Provinsi Jabar, ” jawabnya melalui layanan WhatsApp sambil memberikan nomor kontak pejabat di Jabar.***Rikky/ Heri