Setelah Heboh Beras Plastik, Dalam Program BPNT Cianjur Ditemukan Bandeng Presto Berjamur

dejurnal.com, Cianjur – Setelah ramai pemberitaan tentang beras bercampur plastik di Kp. Margaluyu Desa Sukaratu Kecamatan Sukaluyu, warga penerima program BPNT di Kecamatan Pacet kini digemparkan dengan temuan Bandeng presto berjamur (bulukan). Jika kejadian ini berlanjut di tiap Desa, diduga para pemangku kepentingan di BPNT tidak memprioritaskan 6T, tepat sasaran, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat administrasi sesuai di Permensos RI Nomor 19 Tahun 2020 tentang penyaluran BPNT.

Carut marut di BPNT yang menjadi pihak yang paling dirugikan selalu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), padahal penerima manfaat berhak menolak jika bahan pangan yang mereka terima tidak memenuhi kualitas.

AG salah seorang Agen E Warong di Kecamatan Pacet mengaku tidak tahu apa-apa tentang adanya bandeng presto berjamur (bulukan).

“Saya engak tahu apa-apa Pa, saya sebagai E-Warong hanya menerima barang pangan yang sudah dipaketkan oleh suplier, harga pun sudah ditetapkan, kami sebagai E-Warong hanya menerima dan memasarkan, posisi kami di sini serba salah, diterima salah ditolak apalagi, disini kami banyak menerima tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan di Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, ungkap AG salah satu Agen E-Warong di Kecamatan Pacet yang namanya diminta di rahasiakan.

Hal senada disampaikan oleh UE yang juga Agen E-Warong masih di wilayah Kecamatan Pacet, dirinya berinisiatif ingin menjadi E-Warong yang mandiri, tanpa harus bergantung pada suplier yang mana bahan pangan yang dipasok suplier tidak berkualitas baik dan secara harga juga lebih mahal dari harga pasaran diwarung-warung.

“Saya pernah mengungkapkan keinginan di atas, untuk mandiri secara permodalan, namun selalu dihalangi oleh oknum pendamping BPNT Kecamatan, bahkan dirinya disebut bodoh jika ingin mandiri tanpa bergantung pada suplier oleh oknum tersebut,” tandas UE dengan mimik seperti orang dalam tekanan.***Her/Rik/Chan