Sebelum Disantap Cek Mutu Bandeng Presto, Jangan Diolah Ketika Sudah Berjamur

Dejurnal.com, Cianjur – Bandeng presto salah satu makanan olahan yang cukup digemari masyarakat dan termasuk bahan pangan yang dimasukan dalam program BPNT di wilayah Cianjur.

Untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program BPNT atau siapapun yang akan memasak bandeng presto, sebelum diolah dan disantap ada baiknya untuk mengecek mutunya. Walaupun bandeng presto berasal dari Program BPNT, KPM berhak untuk menolak produk yang tidak bermutu, apalagi bandeng presto yang sudah berjamur.

Berikut ini adalah hal yang bisa diperhatikan dalam mengecek mutu bandeng presto :

1. Melihat Rupa dan Warnanya
Bandeng presto yang masih baik kita konsumsi memiliki bentuk yang masih utuh dan tidak patah.
Bagian luar bandeng juga tidak boleh luka atau lecet.
Pastikan tidak ada benda asing yang menempel di kulit bandeng.
Hindari juga mengolah bandeng presto yang terlihat memiliki endapan lemak, garam, atau kotoran lain.
Selain itu, warna bandeng juga harus masih tampak cemerlang dan menggoda selera serta tidak boleh berjamur atau berlendir.

2. Mengecek Aromanya
Bandeng presto memiliki aroma khas ikan rebus.
Dari ikannya harus tercium aroma segar dan ada aroma gurih dari bumbunya.
Hindari mengolah bandeng presto yang berbau tengik, masam, basi, atau busuk.

3. Merasakan Teksturnya
Bandeng presto layak konsumsi bertekstur padat dan kompak.
Ia harus cukup kering, jadi hindarilah bandeng presto yang memiliki tekstur berair atau basah.
Ketika disentuh kulitnya, bandeng presto juga harus kesat.

4. Mencicipi Rasanya
Terkadang, kita menemukan bandeng presto yang memiliki ciri-ciri luar yang bagus namun ketika dicicipi ada rasa yang aneh.
Rasa gurih spesifik ikan presto itu enak dan tidak terlalu asin.
Rasa asinnya juga merata karena proses pembumbuan dan pemasakan yang benar.
Bandeng presto yang cocok untuk kita santap juga tidak memiliki rasa asing.
Itulah ciri-ciri bandeng presto yang layak dikonsumsi.
Ikan bandeng presto dapat dikonsumsi langsung, diasap, dipanggang, atau digoreng dengan campuran telur atau tepung beras.***Red