Ramai Di Medsos, Warga Penerima Rutilahu Desa Karang Harum Protes Diberi Material Bekas

Dejurnal.com, Bekasi – Di media sosial (medsos), warga netizen sempat ramai membicarakan adanya material baja ringan bekas yang digunakan dalam program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Karang Harum Kecamatan Kedung Waringin dan menduga panitia rutilahu mencari untung. Warga penerima manfaat langsung program rutilahu kemudian protes dan mengembalikan material baja ringan yang diduga bekas bongkaran itu.

Sanin, salah satu penerima manfaat rutilahu mengakui adanya hal tersebut, warga RT 09 RW 05 Desa Karang Harum Kecamatan Kedung Waringin mengatakan bahwa material berupa baja ringan bekas tersebut diberikan kepadanya untuk dipasang sebagai rangka atap rumahnya.

“Iya pas sampe itu terus ditaro disini dulu semaleman, kok keliatan kaya bekas ya terus kita protes minta ganti aja, sekarang udah di ganti” ujar Sanin, Kamis (24/9/2020).

Program bantuan Rutilahu yang diterima oleh Sanin dan 49 warga lainnya, berupa material bangunan yang terdiri baja ringan, herbel, kusen, atap, pasir dan semen. Sanin juga menambahkan material yang diberikan hanya bangunan rumah dengan ruangan tanpa ada sekat, untuk membuat sekat ruangan pada rumahnya saat ini Ia telah mengeluarkan kocek sebesar 4,5 juta.

“Dari sana ini cuma plong gitu aja pak, kaya mushola jadi kalo mau disekat ya saya keluarkan uang ini udah 4,5 juta. Nama saya gak punya duit lagi ya udah begini aja dulu pak” tuturnya.

Dari besaran jumlah nominal sebesar 17,5 juta yang seharusnya diterima, Sanin mengaku dana tersebut dipergunakan untuk biaya tukang sebesar 2,5 juta sedangkan sisanya dalam bentuk material yang hingga saat ini dirinya baru menerima kwitansi rincian material tanpa ada total harga material tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, ketika dejurnal.com mendatangi Desa Karang Harum untuk meminta tanggapan, panitia rutilahu tak ada yang bisa ditemui.***Eka/Red