Pengadaan Masker Desa Rancahilir Dari DD Menuai Konflik, Diduga Jadi Bancakan

dejurnal.Com Subang – aUntuk pencegahan wabah penyakit Covid-19,pemerintah mengadakan program pengadaan masker yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD).itu di wajibkan.

Sementara pembelian masker menurut surat edaran dari Kemendes,bahwa pemelian masker harus di bumdes.Karena itu Badan Usaha milik Desa,bukan sipatnya perorangan,atau untuk kepentingan pribadi.

Tapi halnya Pembelian masker di Desa Ranca Hilir Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang di duga kuat bahwa pembelian masker tersebut di pihak ketiga,dan jadi bahan bancakan bukan melalui bumdes.

Menurut keterangan Pjs Kepala Desa RancaHilir Otong Muayad saat di temui dejurnal.om di kantor Desa.
Selasa (22-9-2020) dia mengatakan bahwa pembelian masker tersebut melalui Bumdes,dan tidak ada selisih keuntungan yang di bagikan ke perangkat Desa.

Kami di sini hanya membeli masker di bumdes dengan harga Rp.5000.- untuk di bagikan ke warga masyrakat Desa Rancahilir Kecamatan Pamanukan,sebanyak 3200 masker.”pungkasnya.

Sementara menurut sumber yang dapat di percaya yang enggan di sebutkan namanya,bahwa pembelian masker itu di pihak ketigakan,dan jadi bahan bancakan di duga seperti halnya memangpaatkan program pemerintah dalam pencegahan covid-19.

Hebatnya lagi dari hasil selisih keuntungan langsung di bagikan tanpa pemberitahuan kepada Pihak BPD,dan di duga kades 1juta,sekdes 400rb,perangkat Desa 150rb,upas desa 50rb,dan BPD 450rb,tapi kami semua anggota BPD desa Rancahilir menolak dan akan di kembalikan saat rapat dengan pemdes nanti hari kamis.

Di tempat terpisah Camat Pamanukan,Solih saat di hubungi melalui tlp selulernya Rabu, (23-9-2020) dia mengatakan bahwa untuk pengadaan masker di Desa Rancahilir di duga jadi bahan bancakan ,ya sudah saya tegor untuk segera di selesaikan bahwa itu kelalaian Pjs Kades Rancahilir.”ujarnya.**asep