Patriot Desa Garut Gelar Temu Bisnis Guna Pemulihan Ekonomi Desa Di Masa Pandemi Covid-19

 

Dejurnal.com, Garut – Dalam upaya pemulihan ekonomi desa dimasa pandemi, salah satu cara yang dilakukan Patriot Desa Garut adalah dengan menggelar kegiatan temu bisnis dan peningkatan kapasitas pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Hal itu dikatakan Ketua Pelaksana Kegiatan Hamid Husein Alwafa kepada dejurnal.com di sela kegiatan pertemuan bisnis pengurus Bumdes di Aula Kecamatan Bungbulang yang diprakarsai para Patriot Desa Garut dengan patungan agar mampu membuka jejaring bisnis serta pasar yang luas untuk para pengurus BUMDes, Selasa (29/09/2020).

Koordinator Wilayah Patriot Desa Kabupaten Garut, Andri Feriyansyah mengatakan pelatihan bertema temu bisnis dan peningkatan kapasitas pengurus bumdes ini dikuti berjumlah 40 orang peserta perwakilan pengurus bumdes dari 9 desa penempatan Patriot Desa dari unsur TPP P3MD PD-PLD yg tersebar di 5 kecamatan yaitu Bungbulang, Cisewu, Caringin, Cisurupan dan Peundeuy.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, cek suhu tubuh, dan jaga jarak,” ujarnya.

Dalam temu bisnis itu, Kepala Seksi Bina Usaha DPMD Provinsi Jawa Barat, Erwin Supriatna, S.Sos menegaskan, bahwa BUMDesa merupakan bagian penting dari upaya mempercepat proses akselerasi pembangunan ekonomi desa dan berharap ke depan BUMDes bisa menjadi “holding company” (perusahaan induk) di desa dan semua diharapkan kepada seluruh masyarakat jika membeli kebutuhan mulai dari yang terkecil hingga besar memanfaatkan BUMDes.

Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa (PEMD) Kabupaten Garut, Dedi, SH., MP mempertegas kembali pentingnya pengelolaan BUMDesa berbasis potensi dan aset desa.

Koordinator Nasional Kompartemen Mitra Bisnis Forum BUMDES Indonesia, Muchlis L, S.Sos mengatakan agar BUMDes dapat berbadan hukum dan sejajar dengan Koperasi maupun Perseroan Terbatas (PT). Hal itu berguna untuk meningkatkan peluang usaha ke taraf yang lebih tinggi.

Hal senada disampaikan Tenaga Ahli Pemberdayaan Ekonomi Desa (TA-PED) P3MD Kabupaten Garut, Leni Yuhaeni, SE mengatakan tentang usaha berbentuk badan hukum penting untuk dikembangkan agar memberi kepastian dalam kegiatan usaha.

Hal ini terlihat juga dalam pengaturan mengenai BUMDES. Hal ini secara jelas di sebutkan dalam Pasal 78 ayat (3) PP No. 72 Tahun 2005 tentang Desa, yang berbunyi, Bentuk Badan Usaha Milik Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus berbadan hukum.

Koordinator Provinsi Patriot Desa Jawa Barat, Fadilatul L Insan, M.Si mengatakan era digital telah merasuki semua bisnis termasuk industri makanan dan minuman. Dalam industri ini, salah satu dampak era digital yang tak dapat ditolak lagi dalam hal inovasi pemasaran.

Dalam pemaparannya disampaikan tentang design thinking yg merupakan proses memecahkan masalah yang menggunakan berbagai unsur dari toolkit perancang seperti empati dengan fokus pengguna dan percobaan untuk mendapatkan solusi baru.

Selain pembekalan materi bisnis, dalam rangkaian acara ada pameran produk-produk olahan pangan yang difasilitasi oleh fasilitator lapangan Patriot Desa mulai dari Kopi Gunung Jampang, Gula Aren Semut, Madu Hutan, Sale Pisang, Olahan Ikan Laut dan hasil produk olahan dari UKM yg ikut dipamerkan.***Adv.