Masuk Katagori Zona Merah Pemkab Karawang Terapkan Jam Malam

Dejurnal.com Karawang,- Pemerintah Kabupaten Karawang menerapkan jam malam karena daerah yang dijuluki kota lumbung padi masuk kategori Zona merah menyusul meningkatnya penyebaran Covid-19 di Kota Pangkal Perjuangan. Aktivitas kegiatan usaha dan masyarakat dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Pembatasan jam malam tersebut diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 499/4998-Satpol PP tentang Pembatasan Kegiatan Usaha, Operasional Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan serta Usaha lainnya dan Pembetasan Kegiatan/Aktivitas Masyarakat dalam Rangka Pengendalian Covid-19 di Karawang.

“Ibu Bupati sudah buat edaran kaitan dengan jam malam. Kita tindak lanjutin nanti satgas juga sudah dibentuk,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang H. Acep Jamhuri,.

Sekda Acep menyebut pembatasan aktivitas tersebut diterapkan hingga pandemi Covid-19 berakhir. Warga yang berkerumun akan dibubarkan oleh Satgas yang melakukan patroli.

Seluruh aktivitas warga, kata dia, yang membuat kerumunan juga dibatasi. “Pengajian juga dibatasi. Ada jeda 14 hari. Dioff kan dulu. Nanti koordinasi dengan satuan tugas lain,” kata Sekda.

Sekda menyebut, Pemkab Karawang juga menyesuikan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penyelenggaran pilkada. Salah satunya soal pembatasan saat kampanye.

“Kita bersinergi dengan regulasi KPU , bersinergi juga dengan regulasi pandemi dari Pemkab, termasuk situasi Karawang yang masuk zona merah,” ucapnya.

Meski dibatasi, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana berharap perekonomian tetap berjalan dengan baik. Selain itu, menurutnya penerapan jam malam tersebut perlu pendekatan persuasif.

Bupati menyebut pemkab dan aparat tengah melakukan sosialisasi jam malam. Ia berharap kebijakan jam malam bisa menurunkan penyebaran virus corona di Karawang.

“Saya rasa salah satu caranya dengan istirahat cukup dan jam sembilan malam adalah waktu yang tepat untuk istirahat,” ungkapnya.

Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin telah membentuk tim khusus untuk menindak pelanggar protokol kesehatan. Tim ini akan bergabung dengan TNI dan Satpol PP untuk patroli.

“Tim gabungan mengerahkan 12 unit mobil dan 15 unit motor untuk patroli,” kata Humas Polres Karawang Iptu Abdul Wahab.

Berikut poin-poin pembatasan dalam Surat Edaran Bupati Karawang terkait jam malam:

  1. Pengelola atau pelaku usaha pasar rakyat membatasi kegiatan usaha/operasional normal dengan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 80 persen dari kapasitas pasar.
  2. Pengelola pusat perbelanjaan (Mal/Supermarket) membatasi kegiatan usaha/operasional mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB
  3. Pengelola/pelaku usaha toko swalayan membatasi legiatan usaha/operasional dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Pengelola kegiatan usaha lainnya (warung makan, restoran, cafe) di luar pusat perbelanjaan membatasai kegiatan usaha/operasional mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Kecuali untuk dibawa pulang atau take away dibatasi pukul 21.00 WIB

Seluruh masyarakat baik perorangan maupun kelompok masyarakat di Karawang diberlakukan pembatasan dalam kegiatan/aktivitas sampai pukul 21.00 WIB.

Pada edaran tersebut, para pelaku usaha juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelanggaran terhadap kegiatan usaha/operasional sebagaimanadimaksud di atas, dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. **RF