Direktur JSK Kemensos Konsolidasi P2K2 Dengan KPM- PKH Kabupaten Purwakarta

dejurnal.com Purwakarta – Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH)  Pendamping PKH Kabupaten Purwakarta gelar Konsolidasi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan di Era New Normal di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Selasa (15/9).

Selain para Pendamping PKH, nampak Direktur Jaminan Sosial Keluarga (JSK) pada Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi menjadi salah satu pemateri P2K2.

Kepada dejurnal com Rachmat Koesnadi menyampaikan, Bahwa KPM bakal menerima bantuan sosial dampak pandemi berupa beras untuk tiga bulan mulai Agustus, September, dan Oktober dengan penyalurannya bertahap dua kali, yang pertama Agustus dan September berbarengan, kemudian kedua di Oktober.

“Kami meninjau ke wilayah-wilayah ingin memastikan ibu-ibu KPM dalam kondisi sehat, serta memberitahukan mereka akan mendapat bansos tambahan berupa beras,” ujarnya.

Menurutnya, terkait adanya penambahan KPM PKH selama pandemi, Rachmat mengakuinya namun ada pula KPM PKH yang tergraduasi. Dia pun menargetkan ada 711 ribu yang tergraduasi dan diganti dengan yang baru.

“Kami berharap adanya sosialisasi dan edukasi dari para pendamping, segi pendidikan anak-anak KPM bisa terus berjalan dan upayakan mengikuti pendidikan sesuai new normal dan kondisi sehat selalu,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Purwakarta, Agus menambahkan , pihaknya terus berupaya melakukan langkah peningkatan kemampuan KPM melalui sejumlah kegiatan.

“Konsolidasi P2K2 ini dilakukan untuk lebih membuka pemikiran dan pengetahuan para KPM untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Yang outputnya para KPM akan tergraduasi lulus dari PKH dan lepas dari kemiskinan,” kata Agus.

Dan berkaitan dengan sosialisasi dan pendalaman pola hidup bersih dan sehat di era new normal ini, Agus menegaskan, modul kesehatan dan gizi dalam kegiatan P2K2 telah dilakukan para pendamping PKH jauh hari sebelum wabah Covid-19 merebak.

“Namun demikian, kita tetap mengingatkan upaya-upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 kepada para KPM PKH,” pungkas Agus ***budi