Rumor Ada Dana Talang Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19, Ini Kata Kepala Desa Sayati

Dejurnal.com, Bandung – Ada rumor di masyarakat beberapa RW di Desa Sayati Kecamatan Marghayu Kabupaten Bandung, terkait pihak RT/ RT yang mendata warga dengan memungut photo copy KTP dan KK itu karena ada pihak yang akan memberi dana talang dari anggaran yang dijanjikan pemerintah untuk warga terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Menyikapi rumor tersebut, Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar, S.Hut mengaku bantuan tersebut bukan sebagai dana talang, tapi bantuan dari para donatur.

“Bukan dana talang, bantuan itu dari para agnia yang kami himpun untuk meredam masyarakat terdampak Covid-19,” kata Nandar waktu ditemui di kantornya, Rabu (15/4/2020).

Nandar menjelaskan, sejak Pemerintah Provinsi, dan pusat menyampaikan agar mendata masyarakat yang terdampak virus corona Desa Sayati melakukan pendataan semua warga miskin maupun yang terdampak. Sampai saat ini data yang masuk 3.625.

Yang sekarang jadi viral di masyarakat, menurut Nandar pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyebut ada bantuan untuk masyarakat terdampak Copid-19 dari pemerintah senilai Rp 500 ribu, dengan rincian Rp 350 ribu berbentuk sembako Rp 150 ribu berbentuk uang tunai.

“Kalau memang kita bicara klasipikasi segala macam, maklum masyarakat itu beda-beda penafsirannya klasifikasi itu seperti apa, maka kami melakukan koordinasi dan rapat dengan ketua RT RW dan melakukan pendataan semua warga terdampak termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH), maupun pemenerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT),” tutur Nandar.

Dari data yang masuk, jelas Nandar masyarakat masih banyak yang berharap masuk ke warga yang terkena dampak Covid-19. Nandar mengaku, dirinya tidak mau mencoret, tetapi bersama-sama memverifikasi.

Karena banyaknya data yang masuk, dan tidak mungkin diajukan kepada pemerintah, kata Nandar maka pemerintah Desa Sayati menggagas untuk melakukan gerakan donasi dari para agnia dan mendapatkan suporting yang luar biasa.

“Dikumpulkan ada sekitar 1.250 paket, bukan bantuan dari pemerintah. Ini Inisiasi dari pemerintah Desa Sayati untuk menggalang donasi, karena jika data itu disampaikan ke pemerintah pasti menolak karena banyak,” terang Nandar.

Lanjut Nandar, pemerintah desa hanya meredam karena tentu akan bertampak manakala bantuan itu turun. Karena sampai saat ini bantuan dari pemerintah, baik APBD, anggaran Provinsi yang dijanjikan Gubernur belum ada yang masuk.

Jumlah Penduduk Desa Sayati 41.141, 12.585 KK yang tersebar di 101 RT dan 17 RW. Jumlah paket sembako sudah didistribusikan ke beberapa warga yang paling cepat melakukan pendataan.

“Yang paling cepat melakukan pendataan RW 13 sudah didistribusikan, kemudian RW 10 dan RW 05. Semua saya posting, diekspos dari siapa bantuannya dan siapa yang dapat bantuannya. Dari 17 RW yang belum mendapatkan bantuan sebanyak 14 RW,” terang Nandar.

Nandar tidak bisa menjamin semua yang didata mendapatkan bantuan, karena penggalangan dananya terbatas.

“Apa lagi sekarang banyak perusahaan yang sudah tutup, mulai memberhentikan pegaiwnya. Namun saya akan berusaha dan menargetkan ke depan Rp 300 juta. Jika pun ada warga yang tidak kebagian akan saya jelaskan,” katanya.*** Sopandi