Niat Berobat Malah Dicabuli, Gadis Muda Asal Parakansalak Laporkan Dukun Ke Polisi

Dejurnal.com, Kab. Sukabumi – Seorang wanita muda sebut saja namanya Mawar (22 Tahun) asal dari Parakansalak Kabupaten Sukabumi mengaku sudah dicabuli oleh orang yang dianggap mampu mengobati kekurangan fisiknya alias dukun sehingga mau tak mau harus melaporkan pencabulan dirinya ke pihak kepolisian.

Kepada dejurnal.com, Mawar menceritakan awal muasal pencabulan dirinya oleh sang dukun berinisial Ns yang diawali dari keinginannya untuk sembuh dari kekurangan fisik yang dideritanya.

“Praktek pengobatannya yang harus dilakukan di satu tempat yang di anggap sunyi,” ujarnya berkisah.

Tanpa rasa curiga Mawar pun mengikuti apa yang diminta oleh sang dukun karena ingin sembuh, walaupun kemudian perasaan ganjil muncul ketika disuruh menanggalkan semua pakaian yang menempel pada dirinya.

“Namun kemudian tanpa dinyana, dukun itu malah melakukan hal yang tidak senonoh,” ungkapnya.

Pasca kejadian itu, Mawar diancam oleh sang dukun agar tidak menceritakan kejadian tersebut pada siapa pun, selain itu jika bercerita akan memperlambat proses penyembuhan yang sedang dijalani.

“Saya tak berani bercerita hal ini ke orang tua karena takut dengan ancaman,” isaknya, Minggu (19/4/2020).

Namun, orang tua Mawar yang merasa curiga terhadap prilaku anaknya yang sering murung dan akhirnya mendesak agar Mawar bercerita apa sebenarnya yang telah terjadi.

Ayah Mawar yang berinisial N ketika mengetahui apa yang terjadi pada anaknya Mawar tentu saja tidak terima, dan akhirnya membawa anaknya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

“Sudah dilapor ke Polek Kalapanunggal sebulan yang lalu,” ujar N kepada dejurnal.com yang mendampingi Mawar sambil menyerahkan bukti LP bernomor STPL/23/III//JBR/RES.SKI/SEK.KLPNG, per tanggal 19 Maret 2020.

N sebagai ayah kandung Mawad tidak habis pikir dengan kejadian yang menimpa anaknya, pasalnya dukun yang mengobati anaknya adalah orang ia kenal.

“Dia (sang dukun) sering datang ke rumah membawa anak istrinya sehingga saya sendiri tidak merasa curiga akan seperti ini,” ungkap ayah kandung Mawar.

Menurut N, awalnya Mawar sulit untuk menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dengan pengobatan yang sedang dilakukan, namun setelah didesak akhirnya mau membeberkan.

“Sebagai orang tua saya sempat emosi dan kalap serta mau melaku,” ujarnya.

Setelah konsultasi ke sana kemari, akhirnya N memutuskan untuk memproses hal ini ke ranah hukum dan membuat LP, Mawar sendiri telah di lakukan visum et repertum di rumah sakit Sekarwangi didampingi anggota Polsek Kalapanunggal.

“Anehnya sudah hampir satu bulan dari membuat laporan belum ada tindakan apapun, bahkan saya sudah kasih biaya operasional kepada penerima laporan,” ungkap N.

N juga merasa aneh karena laporan anaknya dianggap sebagai telah ditipu, bukan dicabuli, namun demikian sampai hari ini dari pihak kepolisian belum ada tanda-tanda laporan anaknya Mawar bakal diproses.

“Jika tak bisa diproses, tinggal ngomong ke saya apa alasannya,” pungkas N, ayah kandung Mawar.***Aldy/budy alfajri/red