Kecewa Pada Bupati Dan DPRD, Pengrajin Bunga Garut Beri Karangan Bunga Cinta Kasih Serta Duka Cita

Dejurnal.com, Garut – Sejak Pandemik Covid -19 di Kab. Garut, akhirnya menorehkan Kasih dan Cinta dari Safena Florist, sebuah ungkapan kalimat yang terselip di karangan bunga hias (Pot Bunga Hias) yang di kirim dan bagikan kepada Pemda dan DPRD Kabupaten Garut, Senin (20/4/2020).

Kelompok Tani Binaan Dinas Pertanian Kab. Garut yang tergabung dalam petani kebun bunga potong Safena Florist Garut, yang beralamatkan di Kp. Campaka RT.04/RW.04 Desa Sukawargi Kec. Cisurupan Kab. Garut.

Dengan sengaja jauh dari Cisurupan mendatangi kantor Bupati dan DPRD Kab. Garut untuk membagikan karangan bunga hias sebagai tanda Kasih dan Cinta serta Duka para petani kebun bunga potong atas terkena dampak Covid -19. Akibat menurunnya dan berkurangnya omset yang diakibatkan oleh daya beli masyarakat pencinta bunga potong hias, hampir setiap harinya ribuan potong bunga hias busuk dan terbuang begitu saja. Sebagai bentuk kekecewaan atas kurang kepedulian Pemda dan DPRD Kab. Garut terhadap komunitas petani bunga potong maka dari pada dibuang lebih baik diberika kepada lingkup Pemda Kab. Garut.

Menurut Hendra selaku ketua kelompok bunga potong / hias kepada Dejurnal di loby DPRD Kab. Garut mengatakan, sejak surat edaran terkait Penangan Covid -19. Para petani binaan Dinas Pertanian Kab. Garut, akibat dampak Covid -19, akhirnya banyak gulung tikar.

“Kemari saja kita hampir membuang ribuan tangkai bunga, akibat lemahnya daya beli masyarakat pencinta bunga potong / hias,” ungkapnya.

Hendra menuturkan, di Kab. Garut saja ada sekitar 150 orang anggota petani kebun bunga potong yang terkena dampak dari Covid -19, dan akibat nya hampir seluruh Indonesia para pengrajin bunga potong / hias. Akhirnya mengalami kondisi failit / gulung tikar, sementara dari pemerintah sampai sejauh ini belum ada solusi atau bantuan kepada para pelaku usaha dan petani bunga khususnya di Kab. Garut ini dari pada terbuang begitu saja,

“Saya bagikan sebagai bentuk kekecewan kurangnya kepedulian Pemda Kab. Garut,” Tegasnya.

Sementara menurut salah satu dari perwakilan PEMTAGON yang saat itu sedang berada di Gedung DPRD Kab. Garut mengatakan kepada Dejurnal.Com bahwa inilah kondisi dan fakta dilapangan, bahwa saat ini masyarakat sudah menjerit, pemerintah khususnya Pemda Kab. Garut harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi, mau sampai kapan kondisi ini sementara bantuan belum juga turun.

“Hari ini tukang bunga besok sudah teriak usaha mereka bangkrut kolaps atas Pandemik Covid -19,” Pungkasnya *** Yohaness