LMDH Tuntut PT Jasa Marga Bayar Lahan Peruntukan Jalan Tol

Dejurnal.com, Karawang – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kabupaten Karawang, pertanyakan serta meminta PT Jasa Marga untuk segera melakukan pembayaran atas lahan dan tanaman yang akan digunakan proyek pembangunan Tol Jakarta Cikampek II Selatan.

“Petani LMDH saat ini resah, karena kabarnya proyek akan segera dilaksanakan. Tetap sejauh ini belum ada penggantian untuk lahan dan tanaman,” ungkap Koordinator LMDH Karawang, Nace Permana, Selasa (21/01/2020).

Menurut Nace Permana, LMDH Karawang sudah melakukan pertemuan dengan PT Jasa Marga, namun sejauh ini belum ada kesepakatan indeks harga beli penggantian, serta luas lahan dan tanaman yang akan di bayar.

“Tetapi belum ada kesepakatan,” Ujarnya.

Dikatakan Nace, masih ada hitungan tanaman yang dinilainya tidak valid. Misalnya ada lahan yang berlebih dihitung jumlah tanamannya dan ada juga lahan yang kurang jumlah tanamannya.

“Para petani LMDH mengaku sangat keberatan dengan hal itu,karena
Dalam proyek pembangunan Tol Jakarta Cikampek II Selatan, akan menggusur sedikitnya ada 120 hektar, dengan lahan yang digarap perani sekitar 150 orang LMDH di empat desa.” Jelas Nace

Dikatakan ke empat desa diantaranya Desa Pangkuan Taman Mekar, Desa Pangkuan Mulyasari, Kutanagara dan Parungmulya. Para petani ini sudah menggarap lebih kurang lebih dari 15 tahun.

“Mereka di sana menanam jeruk pisang dan bambu,” ucapnya.

Dan sampai sekarang belum ada kejelasan tentang harga penggantian lahan dan tanaman, petani LMDH.

Apabila tidak ada kejelasan dalam waktu tertentu , maka para penggarap berencana akan melakukan unjuk rasa ke PT Jasa Marga dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Pungkasnya ***RIF