Harus Ada Perubahan Paradigma Berfikir dan Bertindak Bagi Anggota DPRD Garut

Oleh : Yohanness

Banyak dan padatnya jadwal audiensi ke DPRD Kabupaten Garut saat ini menunjukkan eksistensi begitu lemah, kurang respon, dan terkesan kurang keberpihakan Para anggota DPRD Kab. Garut terhadap permasalahan yang terjadi di Masyarakat Garut, sehingga berbondong-bondong untuk melakukan audiensi dan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Garut.

Hal ini terjadi karena sikap ambigu Ketua DPRD Kab. Garut yang kurang respek terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat dan ini menujukan begitu lemahnya kinerja Pimpinan dan Para Anggota DPRD Garut selama ini.

Padahal jika mereka sadar dan ingat sumpah janji selaku Anggota DPRD Kab. Garut, salah satunya menampung dan memperjuangkan Aspirasi di Daerah Dapilnya masing-masing, ketimbang saat ini sering melakukan perjalanan Dinas Keluar Kota, entah studi banding atau Rakor, mana coba hasilnya mana, yang ada terkesan hanya menghabiskan anggaran saja, sementara permasalahan di masyarakat tidak terselesaikan, wajar saja jika kita mengutip perkataan Ketua Koordinator AMPG kang Ivan, unprosedural

Seandainya Para Wakil Rakyat ini dekat dengan masyarakatnya, tentu tidak akan ada gejolak dan begitu berbondong-bondong masyarakat beraudiensi ke Gedung DPRD.

Sampai saat ini coba kita tarik ulur beberapa terkait permasalahan yang terjadi kasus Korban Banjir Bandang Garut 2016, Permasalah Masyarakar Korban Reaktivitas PT. KAI, Permasalahan Masyarakat Korban Dampak Limbah Kulit Sukaregang, Permasalahan Pasar Cibatu, Limbangan, Leles, Samarang, Permasalahan yang terjadi di Masyarakat Pakenjeng, maaf penulis beranggapan ada kesan saat ini DPRD Kab. Garut ini “Pegadaian”, hanya meninggalkan duka tidak ada solusi permasalahan buat masyarakat, wajar jika masyarakat kecewa dan berbondong-bondong ke DPRD melakukan Audiensi untuk menyampaikan Aspirasinya.

Melihat fenomena yang terjadi, salah satu Pimpinan / Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Garut yang akrab dipanggil kang Enan sempat berjanji akan merubah paradigma kepada para Anggota DPRD Kab. Garut, sebagai bentuk pelayanan publik terhadap Masyarakat Garut, untuk lebih banyak menampung Aspirasi maka akan lebih fokus kunjung ke daerah Dapil masing- masing.

“Memang saat ini begitu padat jadwal audiensi yang diajukan oleh masyarakat Kabupaten Garut. Untuk itu ke depan akan merubah paradigma agar para anggota dewan lebih banyak berkunjung ke daerah untuk menampung Aspirasi permasalahan-permasalahan yang terjadi ada di masyarakat sehingga bisa segera ditangani dan dicarikan solusinya,” begitu Kang Enan menyampaikan kepada penulis.

Masih kata Kang Enan, memang kemarin ada beberapa agenda / acara di luar kota untuk melakukan koordinasi, konsultasi menganai bebagai hal permasalahan yang ada di kabupaten Garut, dan untuk selanjutnya, kami akan merubah volume konsultasi keluar ke luar daerah akan lebih diperbanyak ke dalam daerah tujuanya, untuk lebih memaksimalkan dan menyerap semua permasalahan yang ada di masyarakat ketimbang kita banyak kunjungan keluar kota.

Sehingga permasalahan yang ada di masyarakat akan cepet terdeteksi dan tidak menutup kemungkinan volume auden ke DPRD akan berkurang karena Para Anggota Dewan jemput bola permasalahan yang ada di daerah, untuk itu Kami akan segera mengirimkan surat ke Bupati untuk perubahan tersebut, kita bepegang ke PMK dan Perpub yang mengatur regulasi tersebut.

Penulis berharap, apa yang disampaikan Kang Enan tidak sekedar retorika saja, namun betul-betul diimplementasikan, karena Garut saat ini banyak persoalan yang belum selesai dan perlu perhatian banyak pihak, utamanya perhatian dan solusi dari para anggota legislatif.

*) Penulis jurnalis dejurnal.com, tinggal di Kabupaten Garut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here