Menakar Sosok Ketua DPRD Yang Pantas Untuk Garut

Oleh : Rachman Esha

BEBERAPA hari lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Garut telah menggelar rapat pleno dan menentukan nama-nama yang direkomendasikan menjadi Ketua DPRD Garut periode 2019-2024. Dari hasil rapat pleno tersebut, empat nama telah direkomendasikan ke DPD Golkar Jawa Barat dan DPP Partai Golkar, yakni Deden Sopian yang saat ini menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar, Euis Ida Wartiah, Nadiman dan Syamsudin.

Penentuan Ketua DPRD Kabupaten Garut mendatang sepenuhnya ada di tangan Tim Seleksi DPD Golkar Jawa Barat dan DPP Partai Golkar, namun karena ini berkaitan dengan kepentingan hajat masyarakat Kabupaten Garut, penulis pun merasa berhak untuk sedikit memberi gambaran kepada publik dan tentunya Tim Seleksi dari Partai Golkar agar dalam menentukan Pimpinan DPRD untuk tidak sekedar asal pilih, dan penulis pun percaya Tim Seleksi akan memilihkan Pimpinan DPRD Kabupaten Garut dari kader terbaik yang bisa diterima oleh seluruh masyarakat Kabupaten Garut.

Empat nama yang telah direkomendasikan dari rapat pleno Golkar Kabupaten Garut sudah dipastikan kader-kader terbaik partai yang tentu sudah tidak diragukan lagi sepak terjang dam jam terbangnya dalam dunia politik, sehingga semua kader tersebut memiliki peluang yang sama untuk dapat memimpin DPRD Kabupaten Garut. Namun demikian, ada beberapa catatan yang sempat penulis himpun untuk sekedar menjadi bahan kajian kecil walaupun bisa jadi tidak mempengaruhi Tim Seleksi dalam menentukan siapa yang akan menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Garut.

Dalam Peraturan Organisasi Partai Golkar yang pernah penulis baca, ada tujuh kriteria yang harus terpenuhi untuk bisa menjadi Pimpinan DPRD, secara singkat ialah unsur pengurus harian, pernah menjadi anggota legislatif, pendidikan minimal S1, suara memenuhi BPP, memenuhi ketentuan undang-undang, tidak pernah jadi anggota partai politik lain dan jika enam kriteria tidak terpenuhi keputusan kembali kepada kebijakan Partai Golkar. Jika dilihat dari kriteria di atas, Tim Seleksi Partai Golkar pasti lebih paham siapa yang memenuhi kriteria semuanya. Namun tidak ada salahnya jika masukan dari luar pun bisa dijadikan indikator oleh tim seleksi Partai Golkar sehingga benar-benar objektif dan selektif dalam menentukan pilihan untuk Pimpinan DPRD Garut mendatang, karena salah memilih bisa jadi akan menjadi bumerang bagi Partai Golkar sendiri.

Dalam tulisan ini, penulis ingin menyoroti kriteria poin memenuhi ketentuan undang-undang dan tidak pernah jadi anggota partai politik lain. Mengapa dua poin kriteria ini yang disoroti? Karena bagi sebagian orang poin memenuhi ketentuan undang-undang bisa diterjemahkan berbagai macam tafsir. Salah satu contoh, apakah memenuhi undang-undang jika salah nama yang direkom untuk menjadi pimpinan DPRD semasa menjadi caleg (calon legislatif) telah diduga melanggar peraturan dan perundang-undangan dengan dugaan melakukan money politic? Ini tentu harus menjadi kajian tim seleksi terhadap rekam jejak semua kandidat yang telah direkom.

Demikian juga dengan poin tidak pernah jadi anggota partai politik lain, tim seleksi Partai Golkar juga harus sedemikian jeli untuk mengetahui hal tersebut. Artinya, Pimpinan DPRD Kabupaten Garut harus benar-benar kader Golkar sejati yang tak pernah terjamah atau pernah masuk ke partai politik lain. Penulis tidak bermaksud untuk menyebutkan salah satu atau beberapa nama yang direkom oleh Partai Golar Garut Kabupaten pernah masuk partai politik lain, namun sejatinya tim seleksi baik di DPD Golkar Jawa Barat ataupun DPP Partai Golkar harus bisa menerima semua informasi objektif terkait orang yang pantas menjadi Pimpinan DPRD.

Hal lain yang menjadi sorotan penulis dalam menentukan Pimpinan DPRD Kabupaten Garut mendatang ialah pengalaman berorganisasi di legislatif dan dapat diterima oleh semua kalangan. Dua poin ini memang tidak ada dalam kriteria peraturan organisasi Partai Golkar namun pandangan penulis ini sangat penting dikarenakan geo politik Kabupaten Garut yang penuh dengan dinamika.

Sosok Pimpinan DPRD Kabupaten mendatang tentu harus bisa lebih baik dikarenakan tantangan dan dinamika politik di Kabupaten Garut dari masa ke masa penuh dengan gejolak, baik dari segi kebijakan di eksekutif ataupun dinamika sosial masyarakat Kabupaten Garut yang semakin hari semakin tumbuh dewasa dalam menyikapi politik. Piawai dan berpengalaman dalam berorganisasi di internal legislatif dan dapat diterima oleh semua kalangan baik internal ataupun eksternal partai, dekat dengan lembaga swadaya masyarakat yang mewakili dan menjadi corong suara masyarakat menjadi indikator yang patut juga diperhatikan oleh tim seleksi Partai golkar dalam menentukan Pimpinan DPRD untuk Kabupaten Garut.

Salah satu contoh pengalaman memimpin organisasi di legislatif ialah menjadi Ketua Fraksi, Ketua Komisi, Ketua Banggar ataupun Ketua Bamus, artinya jika pernah menjadi pimpinan organisasi di tingkat legislatif maka tidak akan kaku ketika menjadi pimpinan DPRD secara menyeluruh. Sementara dapat diterima oleh semua kalangan tentu harus ditunjukan dengan fakta organisasi dan lembaga yang digeluti oleh figur tersebut bukan hanya sekedar sayap ataupun underbouw partai, namun juga organisasi atau lembaga yang berbaur dan menyatu dengan masyarakat langsung sehingga ketika menjadi Pimpinan DPRD tidak kemudian menjadi kaku menghadapi masyarakat Kabupaten Garut yang heterogen, dinamis dan kritis.

Penulis dalam hal ini hanya ingin memberikan gambaran secara umum kepada tim seleksi Partai Golkar bahwa untuk menentukan Pimpinan DPRD Kabupaten Garut periode mendatang bukan hanya sekedar kader dengan suara terbanyak atau dekat dengan Pimpinan Partai namun harus dilihat dari berbagai aspek sehingga kemudian tepat dalam memilih sosok yang akan memimpin DPRD kabupaten Garut. Namun demikian, hak menentukan siapa sosok yang tepat dari empat nama yang direkomendasikan Partai Golkar Garut untuk menjadi Pimpinan DPRD Kabupaten Garut ada di DPP Partai Golkar, dan masyarakat Garut sedang menunggu Partai Golkar memilih kader terbaik dari yang terbaik untuk memimpin para legislatif sang wakil rakyat tempat dimana mereka menyalurkan aspirasinya. Wallahualam.

*) Penulis Pemimpin Redaksi media online dejurnal.com, berdomisili di Kabupaten Garut.